Masih terdapat delapan titik panas di Kalimantan Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi 8 titik panas yang tersebar di 2 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan telah memberitahu pihak terkait untuk dilakukan penanganan.
Kedelapan titik api terpantau sepanjang Kamis mulai pukul 01.00 hingga tengah malam WITA, kata Koordinator Data dan Informasi Stasiun Cuaca Tingkat I Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida, di Balikpapan, Jumat.
Titik panas merupakan indikasi terjadinya kebakaran hutan atau lahan (karhutla) yang terdeteksi dari suatu lokasi yang mempunyai suhu relatif tinggi dibandingkan suhu sekitarnya.
Baca Juga: Kabupaten Penajam memberikan kuota 2% khusus bagi penyandang disabilitas.
Untuk itu, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk saling peduli dan waspada, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar saat mengelola lahan untuk menghindari kebakaran hutan dan lahan. Alokasi 8 titik api ini telah dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan terkait di wilayah kerjanya masing-masing, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk diproses lebih lanjut.
Kedua kabupaten/kota tersebut terpantau 8 titik api, yakni Kota Balikpapan sebanyak 4 lokasi, kemudian Pemkab Kutai Timur mendeteksi 4 titik api.
Rinciannya, di Kota Balikpapan, ada empat titik yang dipantau, seluruhnya berada di Kabupaten Kota Balikpapan dan semuanya memiliki tingkat keandalan sedang.
Kemudian, empat titik Bupati Kutai Timur dialokasikan ke dua kecamatan yaitu Kecamatan Bengalon yang mempunyai satu titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, dan Kecamatan Muara Ancalong yang mempunyai tiga titik dengan tingkat kepercayaan yang berbeda yaitu rendah. dan sedang.
Baca Juga: Keutamaan Ba’da Ashar di Hari Jumat, Salah Satu Waktu yang Mustajab untuk Berdoa
“Untuk mencegah meluasnya atau bertambahnya titik panas, kami mengimbau pihak-pihak tidak membakar sembarangan, karena banyak daun dan dahan kering yang cenderung terbakar meski terkena percikan api atau bara api kecil,” kata Diyan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dikepung Karhutla, Warga Kalimantan Rindu Udara Segar
- 2Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS
- 3Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 4Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
- 5AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 6Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa
- 7Menkeu Baru Lantik 14 Pejabat Kementerian Keuangan dan KSSK
- 8Syarat Lanjutkan Proses Diplomatik, Begini Penjelasan Iran kepada AS
- 9Transisi Produksi Dalam Negeri Jadi Alasan KAI Impor Kereta Bekas Jepang
- 10DNA ABK Lima Jurnalis Identik dengan Jenazah di Enggano









