Rakorwil I KAHMI-FORHATI Kaltim: Jejak Masa Lalu HMI Menjadi Pilar Kepemimpinan

Dalam momentum yang sarat makna, Rakorwil I KAHMI-FORHATI Kaltim menghadirkan jejak masa lalu para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang kini telah meniti perjalanan sebagai tokoh-tokoh pejabat di berbagai sektor.
"Alhamdulillah, hadir dalam Rakorwil ini, mengingat reuni kami di tahun 2000 saat masih aktif di HMI. Kini kita telah menjabat di berbagai posisi," kata Imam Widodo, salah satu peserta yang merasakan kebahagiaan kembali bersatu.
Momentum ini menjadi momen refleksi bagi para alumni HMI, yang kini mengemban peran penting sebagai pemimpin di berbagai bidang. Di tengah kesuksesan, Imam Widodo menegaskan pentingnya memelihara prinsip-prinsip 5 Kulitan Insan Cita, nilai-nilai yang menjadi pondasi persaudaraan mereka.
Rakorwil ini bukan sekadar pertemuan, melainkan ruang bagi visi masa depan yang lebih baik. Mereka berharap mempertahankan semangat dan nilai-nilai luhur yang terpatri sejak mahasiswa.
Kegiatan ini menggambarkan bagaimana HMI telah menjadi fondasi kuat bagi karier dan kontribusi positif dalam masyarakat. Dari pertemuan ini, diharapkan kebangkitan semangat awal dan pengabdian kepada masyarakat yang tetap menjadi ciri khas kepemimpinan mereka saat ini.
Rakorwil ini diadakan di Grand Sawit Samarinda, pada Minggu, 26 November 2023, menjadi momentum untuk menyatukan jejak masa lalu dengan kontribusi positif sebagai pemimpin masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Iran Bertekad Serang AS Lebih Dahsyat
- 2Ini Alasan Iran Tak Berencana Gelar Perundingan Baru dengan AS di New York
- 3BCA Bantah Isu Akuisisi Saham Oleh Haji Isam
- 4Jika AS Sepakat, Iran Bakal Buka Selat Hormuz dalam Sepekan
- 5Jaga Stabilitas Harga, Penajam Pantau Bahan Pangan di Pasaran
- 6Soal Produksi dan Pemasaran, Pembudidaya Ikan Disarankan Gandeng Kopdes Merah Putih
- 7AS Klaim Fasilitasi 20 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz









