Kaltim

Kutim Buka Peluang Investasi Rp30 Triliun dari Gasifikasi Batu Bara

Ahmad Munjin | 14 Oktober 2026, 00:14 WIB
Kutim Buka Peluang Investasi Rp30 Triliun dari Gasifikasi Batu Bara
Kepala DPMPTSP Kutim Novian Pranata (tengah) bersama Sekretaris DPMPTSP Kutim Akhmad Tarmiji (kiri) dan perwakilan manajemen KEK MBTK. (ANTARA/Prokutim)

AKURAT KALTIM - Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang investasi sekitar Rp30 triliun dari industri pengolahan melalui teknologi gasifikasi batu bara. Itu direncanakan masuk ke lokasi usaha di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim Novian Prananta di Sangatta, baru-baru ini mengatakan bahwa investasi yang disiapkan PT Nan Berkah Mineral tersebut berpotensi memperkuat pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam setempat.

Gasifikasi batu bara merupakan teknologi yang mengubah batu bara menjadi gas sintetis sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk industri. Pengolahan tersebut membuka peluang peningkatan nilai tambah batu bara dibandingkan hanya menjualnya sebagai bahan mentah.

Baca Juga: Lagi, KOSMAK Datangi Gedung Bundar, Desak Kejagung Usut Pihak Lain dalam Kasus Batu Bara PLN EPI

Bagi Kutim yang memiliki potensi sumber daya batu bara, rencana investasi itu menjadi peluang untuk mendorong diversifikasi kegiatan ekonomi melalui pengembangan industri pengolahan. Kehadiran industri hilir juga diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Novian mengatakan, rencana penanaman modal tersebut telah memasuki tahapan awal setelah investor menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK MBTK.

Tahapan berikutnya, investor dijadwalkan mengunjungi kawasan industri tersebut dalam waktu sekitar dua pekan untuk melihat kondisi lapangan, sekaligus menentukan titik lokasi kegiatan usaha.

Baca Juga: BUMI Siapkan Capex USD14-18 Juta untuk 2024: Kembangkan Proyek Hilirisasi Batu Bara Bersama Mitra China

"Teman-teman investor sudah melakukan kerja sama dengan BUPP selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola di KEK MBTK," ujarnya.

Kunjungan langsung itu menjadi bagian dari proses lanjutan untuk memastikan lokasi yang akan digunakan bagi pengembangan usaha. Penentuan lokasi menjadi salah satu tahapan penting sebelum rencana investasi bergerak menuju realisasi.

Ia berharap rencana penanaman modal tersebut dapat berlanjut hingga tahap pelaksanaan sehingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Selain menambah aktivitas investasi, pengembangan industri gasifikasi batu bara di KEK MBTK diharapkan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi pendukung, termasuk jasa, perdagangan, dan penyediaan kebutuhan industri.

Ia menyebut, nilai investasi sekitar Rp30 triliun itu masih merupakan rencana penanaman modal yang memerlukan tahapan lanjutan. Kepastian pelaksanaan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat akan bergantung pada perkembangan proses investasi tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A