Meneguhkan Etika Pergaulan: Kunci Pengembangan Kompetensi ASN di Kaltim

Pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan standar pelayanan publik. Fokus terarah pada peningkatan karakter dan kepribadian pejabat pimpinan tinggi, administrator, dan pengawas di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
Kolaborasi menjadi landasan utama keberhasilan ASN, dengan penekanan kuat pada komunikasi yang efektif, pembangunan kepercayaan, dan keterlibatan yang seimbang antar berbagai jajaran ASN. Ini sejalan dengan prinsip bahwa komunikasi dan hubungan yang efektif harus ditekankan dengan dasar etika pergaulan.
“Di era digital ini, dengan segala kemudahan dan pergeseran nilai-nilai, kita perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam arus kebiasaan yang mungkin tidak sesuai dengan standar etika pergaulan saat ini,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, dalam Pengembangan Kompetensi ASN di Hotel Mercure.
Baca Juga: Etika Pergaulan dan Personal Branding: Pondasi Penting Bagi Pejabat Publik
Baginya, baik ASN maupun pejabat publik lainnya harus menjunjung tinggi standar etika pergaulan dalam setiap interaksi, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Etika ini penting dalam memelihara hubungan yang baik.
Tak hanya itu, standar etika pergaulan juga jadi kunci dalam komunikasi lintas instansi, terutama saat berurusan dengan entitas yang memiliki budaya yang beragam. Memahami dan menerapkan etika pergaulan yang baik menjadi dasar untuk menyatukan perbedaan budaya.
Pengembangan Kompetensi ASN diharapkan memberikan pengalaman dan pemahaman yang jelas dalam membangun hubungan dan meningkatkan profesionalisme. Setiap pejabat di berbagai tingkatan harus menjadi teladan dalam menerapkan etika pergaulan sebagai bagian dari tugasnya.
Baca Juga: Penghargaan bagi Dedikasi dan Dedikasi Pemuda
“Harapannya, jabatan yang diemban dapat menjaga citra positif, karena setiap langkah yang diambil adalah untuk kebaikan negara dan masyarakat,” ungkap Sri Wahyuni.
Etika pergaulan ini bukan hanya berlaku dalam lingkungan ASN, namun juga saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjadikannya sebagai pondasi kuat bagi setiap interaksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dikepung Karhutla, Warga Kalimantan Rindu Udara Segar
- 2Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS
- 3Diduga Salah Gunakan BBM Subsidi, Pertamina Blokir 8.589 Nopol Kendaraan
- 4AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 5PBB Gagal Capai Target Akhiri Kelaparan Global pada 2030
- 6Menkeu Baru Lantik 14 Pejabat Kementerian Keuangan dan KSSK
- 7Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 8Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
- 9Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa









