Pengelolaan SP4N-LAPOR! dengan Pemerintah Kota Malang

Dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan pengaduan di Kalimantan Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur bersama dengan instansi vertikal di Kabupaten/Kota di wilayah tersebut telah menjalankan program "Study Tiru Pengelolaan Pengaduan SP4N-Lapor!" yang melibatkan Pemerintah Kota Malang.
Kegiatan "Study Tiru" ini berlangsung di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, yang berlokasi di Perkantoran Terpadu Pemerintah Kota Malang, Gedung A Lantai 4, Jl. Mayjen Sungkono, Arjowinangun, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur pada Jumat (1/9/2023).
Sekretaris Dinas Kominfo Kota Malang, Moh. Sulthon, menerima kunjungan tersebut dengan hangat. Selama kegiatan ini, Diskominfo Kota Malang mendatangkan perwakilan dari Puskesmas Janti Malang dan Perumda Air Tugu Tirta untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan SP4N-LAPOR! Mereka telah berhasil meraih penghargaan dari Kementerian PAN-RB dalam kategori unit pelayanan publik.
Baca Juga: Baksos 1000 Protein Tekan Laju Stunting di Kaltim.
“Hari ini kita bisa bersilaturahmi dalam rangka pengelolaan SP4N-Lapor! dari program Kementerian Menpan RB yang berfokus pada aplikasi dan implementasi di Kota Malang,"ujar Sekretaris Dinas Kominfo Kota Malang, Moh. Sulthon disela-sela kunjungan.
Ia melanjutkan, Kota Malang, meskipun tidak luas secara geografis dengan luas kurang lebih 110 km persegi dan memiliki lima kecamatan serta 57 kelurahan, memiliki penduduk yang mendekati satu juta jiwa. Ini menuntut pelayanan publik yang efisien di kota ini.
"Puskesmas Janti Malang dan Perumda Air Tugu Tirta mewakili Kota Malang dengan baik dalam pelayanan publik. Kami berharap dapat berbagi pengalaman teknis terkait pengelolaan pengaduan dengan baik,"sebutnya.
Baca Juga: Potensi Manfaatkan Ruang Digital untuk Kampanye.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Diskominfo Kaltim, Edi Hermawanto Noor, menjelaskan, kehadiran saat ini karena sebelumnya telah melaksanakan rapat terkait Pengelolaan Pengaduan SP4N-Lapor!.
“Sebagai bagian dari program ini, kami melakukan kunjungan ini untuk bertukar pengalaman. Kami berharap setelah "Study Tiru" ini, akan ada inovasi baru yang dapat diterapkan, baik dalam bentuk sarana dan prasarana, peraturan, maupun modul-modul yang bisa kami sampaikan kepada pemerintah Kota Malang."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dikepung Karhutla, Warga Kalimantan Rindu Udara Segar
- 2Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS
- 3Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 4Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
- 5AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 6Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa
- 7Menkeu Baru Lantik 14 Pejabat Kementerian Keuangan dan KSSK
- 8Syarat Lanjutkan Proses Diplomatik, Begini Penjelasan Iran kepada AS
- 9Transisi Produksi Dalam Negeri Jadi Alasan KAI Impor Kereta Bekas Jepang
- 10DNA ABK Lima Jurnalis Identik dengan Jenazah di Enggano









