Otorita Ibu Kota Nusantara Rencanakan Penerapan Kendaraan Listrik 100% di IKN hingga 2045

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah merencanakan penerapan kendaraan listrik secara bertahap, menuju penggunaan 100 persen sebagai moda transportasi di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tahun 2045.
Myrna Asnawati Safitri, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, menjelaskan bahwa penerapan ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Menurutnya, tujuan dari perencanaan ini adalah untuk menunjukkan perbedaan IKN Nusantara dengan kota-kota lain di Indonesia, termasuk dalam hal moda transportasi yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Prabowo Subianto akan Konsisten Jalankan Pembangunan Ibu Kota Nusantara Jika Menangkan Pilpres 2024
Myrna juga menegaskan bahwa OIKN terus menerapkan energi dan kendaraan ramah lingkungan secara bertahap sesuai dengan kesiapan wilayah-wilayah yang sudah terbangun di IKN.
OIKN telah menetapkan target agar IKN menjadi kota dengan emisi nol (net zero emission/NZE) pada tahun 2045. Selain penggunaan kendaraan listrik, strategi ini juga melibatkan pembangunan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memasok kebutuhan energi kawasan IKN pada tahun tersebut.
Dengan luas wilayah hampir empat kali Jakarta, IKN Nusantara di pesisir timur Pulau Kalimantan bertujuan menjadi pusat transformasi ekonomi negara, mengubah orientasi pembangunan menjadi Indonesia-sentris, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Iran Bertekad Serang AS Lebih Dahsyat
- 2Ini Alasan Iran Tak Berencana Gelar Perundingan Baru dengan AS di New York
- 3BCA Bantah Isu Akuisisi Saham Oleh Haji Isam
- 4Jika AS Sepakat, Iran Bakal Buka Selat Hormuz dalam Sepekan
- 5Jaga Stabilitas Harga, Penajam Pantau Bahan Pangan di Pasaran
- 6Soal Produksi dan Pemasaran, Pembudidaya Ikan Disarankan Gandeng Kopdes Merah Putih
- 7AS Klaim Fasilitasi 20 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz









