Begini Syarat Iran untuk Akhiri Perang yang Disampaikan kepada Pakistan

AKURAT KALTIM - Kembalinya Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi ke Islamabad, Pakistan, bertujuan untuk menyampaikan syarat mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS). Itu yang disampaikannya kepada mediator Pakistan melalui Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, Minggu (26/4/2026).
Menurut laporan Tasnim, kunjungan Araghchi ke Pakistan tidak berkaitan dengan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: AS Antisipasi Jika Negosiasi Gagal, Ada Opsi Serangan Baru ke Iran
Araghchi, media tersebut melanjutkan, akan membahas hubungan bilateral dan isu-isu lain dengan Pakistan seperti penerapan sistem hukum baru oleh Iran di Selat Hormuz, tuntutan kompensasi perang, jaminan terhadap pengulangan "agresi oleh para penghasut perang," serta pencabutan blokade Angkatan Laut AS.
Araghchi tiba di Islamabad pada Minggu (26/4) sore waktu setempat dalam kunjungan keduanya sejak Jumat (24/4), setelah sebelumnya sempat singgah di Oman. Kunjungan singkatnya ke Pakistan bertujuan untuk melanjutkan konsultasi dengan para pejabat Pakistan, sebut media tersebut.
Baca Juga: Bikin Penasaran! Vance ‘Spill’ Trump Siap Capai ‘Kesepakatan Besar’ dengan Iran
Setelah Pakistan, Araghchi dijadwalkan mengunjungi Rusia sebagai perhentian terakhir dalam rangkaian tur regionalnya. Pada kunjungan pertamanya ke Islamabad, dia telah bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.
Pada 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan kota-kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, sejumlah komandan senior, serta warga sipil. Iran membalasnya dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah, serta memperketat kendali atas Selat Hormuz dengan memblokade perlintasan kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS.
Baca Juga: Kapal Tanker Terkait China Terabas Blokade AS di Selat Hormuz
Gencatan senjata yang dimulai pada 8 April kemudian diikuti oleh perundingan antara Iran dan AS di Islamabad pada 11 dan 12 April. Namun, setelah perundingan tersebut kandas, AS memberlakukan blokade di Selat Hormuz yang mencegah kapal-kapal dari dan menuju pelabuhan Iran untuk melintas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pentagon Siapkan Serangan Intensif ke Iran Selama Tiga Hari
- 2Karhutla RI Paksa Malaysia Tutup Sekolah
- 3Capai Solusi Politik, Iran Siap Bantu Dialog Saudi-Yaman
- 4AS Belum Penuhi Syarat Damai, Iran Terus Tutup Selat Hormuz
- 5Kembangkan Talenta, RI Jalin Kerja Sama Industri Kreatif dengan Hollywood
- 6Demi SDM unggul, Kaltim-Kalsel Kerja Sama Pendidikan
- 7Selain Hormuz dan Danau Ontario, Trump Ingin Ganti Atlantik Jadi ‘Samudra Trump’
- 8BEI Pede Tata Kelola Emiten Ampuh Jaga Kepercayaan 32,4 Juta Investor
- 9Melalui Erau Adat Pelas Benua, Kutai Timur Bidik Pasar Wisata Nasional
- 10KKP Genjot Potensi 500 Juta Benih Lobster Lewat Pengembangan Budi Daya





