Kaltim

Hadapi Kabut Asap Karhutla, Kaltim Pastikan Logistik Medis Aman

Ahmad Munjin | 20 Agustus 2026, 14:14 WIB
Hadapi Kabut Asap Karhutla, Kaltim Pastikan Logistik Medis Aman
Ilustrasi. (iStock)

AKURAT KALTIM - Ketersediaan stok logistik medis di Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan dalam kondisi aman. Itu untuk menghadapi ancaman bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Kami telah mengamankan seluruh stok logistik medis sebagai langkah mitigasi demi melindungi kesehatan warga yang rentan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) Jaya Mualimin di Samarinda, Kamis (20/8/2026).

Kesiapsiagaan sektor medis ini dinilai pihaknya krusial mengingat tingginya potensi peningkatan titik api selama puncak musim kemarau panjang.

Baca Juga: Pagar Betis Jadi Strategi Antisipasi Karhutla di Lingkar IKN

Pemerintah daerah kini gencar memetakan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dari tingkat dasar hingga rujukan agar operasional berjalan optimal tanpa hambatan kelangkaan barang.

"Distribusi puluhan ribu boks masker dewasa segera kami salurkan secara merata menuju lima wilayah kabupaten dengan risiko paparan asap paling tinggi," tambah Jaya.

Penyaluran logistik pelindung pernapasan difokuskan secara langsung pada wilayah Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser.

Baca Juga: Darurat Karhutla di Kalimantan Timur: BMKG Deteksi 95 Titik Panas, Masyarakat Diminta Waspada

Sasaran utama penerima bantuan alat tersebut mencakup ribuan jiwa dari kelompok rentan seperti anak balita, wanita hamil, serta warga lanjut usia.

"Langkah terpadu ini dilakukan agar tingkat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut dapat ditekan semaksimal mungkin sejak dari tingkatan pedesaan," paparnya. 

Selain menyiapkan stok masker pihak dinas turut mengoptimalkan skema pemantauan tren kualitas udara melalui platform sistem informasi pelaporan krisis kesehatan harian.

Baca Juga: Waspada Kebakaran Saat Kemarau, Otorita IKN Siapkan Mitigasi Karhutla

Seluruh laporan kejadian paparan asap maupun lonjakan jumlah pasien diwajibkan untuk masuk dalam sistem tanggap darurat selambatnya kurang dari batas dua puluh empat jam.

"Kecepatan proses integrasi data lapangan sangat membantu petugas dalam mengambil keputusan strategis penanganan medis yang akurat tanpa menunggu jatuhnya banyak korban jiwa," katanya menegaskan.

Sinergi solid lintas instansi terus diperkuat bersama pihak badan penanggulangan bencana guna secara terpadu mempercepat respons layanan medis di setiap daerah rawan terbakar.

Masyarakat luas juga senantiasa diimbau untuk menahan diri dalam mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan serta selalu konsisten menerapkan pola perilaku hidup bersih.

"Mari bersama menjaga kondisi kekebalan tubuh agar ancaman polusi udara ini bisa segera teratasi tanpa meninggalkan sebuah dampak penyakit pernapasan yang kronis," ucap Jaya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A