Begini Cara Dinkes Kaltim Pertajam Akselerasi Penanganan HIV

AKURAT KALTIM - Akselerasi penanganan HIV/AIDS di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dipertajam melalui penguatan program pendampingan teknis fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah provinsi tersebut.
"Sinergi pendampingan teknis ini sangat penting untuk memastikan pelayanan penanggulangan HIV/AIDS dapat terus berjalan secara optimal," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Jumat (2/10/2026).
Andi menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi program pendampingan teknis tersebut diselenggarakan berkolaborasi erat bersama jajaran Yayasan Kasih Suwitno.
Baca Juga: KPA Kaltim Rancang Beragam Kegiatan Memerangi Stigma HIV/AIDS Menjelang Hari AIDS Sedunia 2023
Pelaksanaan program akselerasi penanganan HIV di wilayah Kalimantan Timur mencakup empat kabupaten dan kota yang merupakan wilayah dukungan utama Global Fund Komponen AIDS.
"Empat wilayah sasaran utama program pendampingan mencakup Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kabupaten Kutai Timur," ujar Andi.
Pada masing-masing wilayah sasaran tersebut disiagakan tim mentor yang bertugas memberikan pendampingan teknis secara intensif kepada enam fasilitas pelayanan kesehatan dampingan.
Provinsi Kalimantan Timur terpilih menjadi salah satu dari delapan provinsi di seluruh Indonesia yang menerima alokasi pelaksanaan program pendampingan teknis tersebut.
Baca Juga: Waspada Campak Menyerang Anak-Anak, Ini Imbauan Dinkes Kaltim Untuk Orang Tua
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Kasih Suwitno serta seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif," tutur Andi.
Yayasan Kasih Suwitno menjalankan peran strategis sebagai Sub-Recipient Kementerian Kesehatan yang memberikan asistensi teknis melalui skema district mentoring.
Pertemuan monitoring dan evaluasi ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang didukung anggaran Yayasan Kasih Suwitno di regional Kalimantan Timur.
"Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan pembelajaran berharga bagi penguatan keberlanjutan program HIV/AIDS di tingkat daerah," kata Andi.
Program pendampingan teknis berkesinambungan tersebut telah dilaksanakan secara efektif oleh tim mentor sepanjang periode tahun 2025 hingga tahun 2026.
Dinas Kesehatan Kaltim berkomitmen penuh memanfaatkan seluruh hasil evaluasi guna memperkuat kapasitas kelembagaan serta mutu layanan kesehatan masyarakat.
"Sinergi lintas sektor sangat krusial untuk memastikan percepatan penanggulangan HIV/AIDS dapat tercapai secara efektif," kata Andi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Jika Diblokir, Iran Ancam Hentikan Ekspor Minyak Negara Teluk
- 2Kunjungan Netanyahu ke UEA Dinilai Iran Tak Menguntungkan
- 3Deal! Rusia-Iran Kerja Sama Energi
- 4Demi Energi Terbarukan, Tapak PLTN Ditargetkan Paling Lambat 2027
- 5KOSMAK Kirim ‘Surat Cinta’ ke Presiden, Minta BPK Lakukan Audit Investigatif terhadap Hasil Denda Administratif Satgas PKH
- 6Ajak Warga Rutin Vaksin Rabies Anjing-Kucing, Kaltim Salurkan 15 Ribu Dosis Gratis
- 7Houthi Dituding Serang Fasilitas Listrik di Madinah
- 8Begini Cara Dinkes Kaltim Pertajam Akselerasi Penanganan HIV







