Tak Berkontribusi, Mitra MBG Bisa Ganti Yayasan

AKURAT KALTIM – Lantaran dinilai tak berkontribusi dalam peningkatan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) membuka ruang bagi mitra untuk mengganti yayasan. Itu dapat dilakukan melalui pembaruan perjanjian kerja sama pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam proses registrasi, BGN menemukan sejumlah persoalan dalam hubungan antara mitra pembangunan dan yayasan yang menaungi SPPG, di mana terdapat yayasan yang dinilai tidak memberikan kontribusi terhadap operasional maupun pembinaan dapur SPPG, tetapi meminta mitra menyetorkan sejumlah dana berdasarkan jumlah ompreng yang disalurkan.
Baca Juga: Ratusan Ribu Ton Produksi Ikan Nelayan Kaltim Dipastikan Cukup untuk MBG
"Adanya mitra yang kemudian sudah membangun dapur itu diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan, di mana yayasan ini tidak melakukan apapun, tidak memiliki kontribusi apapun, tidak juga aktif di dapur, tidak melakukan pembinaan, tidak mempunyai kontribusi apapun terhadap jalannya SPPG yang dinaungi oleh yayasan tersebut," ujar Kepala BGN Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti karena dapat menimbulkan beban tambahan bagi mitra dan berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Baca Juga: Dukung Operasional MBG, Kaltim Perkuat Rantai Pasok Pangan
Ia menegaskan pengelolaan anggaran Program MBG harus diarahkan semaksimal mungkin untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
"Atas dasar efisiensi, keadilan, dan pemanfaatan anggaran MBG secara maksimal, kami memberikan ruang kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang menaunginya, terutama apabila yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap jalannya dapur," paparnya.
Baca Juga: Penghapusan MBG Sabtu Ampuh Menghemat Rp1 Triliun per Hari
Untuk mendukung proses tersebut, BGN telah menyediakan dua portal registrasi, yakni portal bagi yayasan dan portal bagi mitra. Melalui mekanisme tersebut, mitra dapat mengajukan yayasan baru sekaligus menyampaikan bukti-bukti terkait persoalan atau kerugian yang dialami selama menjalankan kerja sama.
BGN selanjutnya akan memproses pengajuan tersebut sesuai dengan ketentuan dan mekanisme registrasi yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan hubungan kemitraan yang lebih sehat, sehingga anggaran program MBG memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima manfaat.
"Intinya kami ingin pelaksanaan MBG ini betul-betul uang yang tersalurkan itu dikonversi menjadi menu makanan yang kualitasnya baik dan diterima dengan baik, kandungan gizinya baik, pertanggungjawabannya baik, akuntabilitasnya baik dan transparan," tutur Sudaryono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kunjungan Netanyahu ke UEA Dinilai Iran Tak Menguntungkan
- 2Selama Perang 40 Hari, 7.250 Korban Berhasil Selamat dari Runtuhan di Iran
- 3Demi Energi Terbarukan, Tapak PLTN Ditargetkan Paling Lambat 2027
- 4Houthi Dituding Serang Fasilitas Listrik di Madinah
- 5Begini Cara Dinkes Kaltim Pertajam Akselerasi Penanganan HIV
- 6Pertamina Bagikan Puluhan Ribu Masker dan Vitamin bagi Korban Karhutla
- 7Tak Berkontribusi, Mitra MBG Bisa Ganti Yayasan
- 8Soal Perang Masa Depan, Elon Musk Bakal Pimpin Proyek Pentagon






