Kaltim

AS Klaim Suplai Minyak Via Hormuz Lampaui Angka Sebelum Perang

Ahmad Munjin | 7 Oktober 2026, 12:58 WIB
AS Klaim Suplai Minyak Via Hormuz Lampaui Angka Sebelum Perang
Para pekerja memfasilitasi proses pemindahan minyak mentah dari truk ke kapal tanker di Terminal Minyak Banyas, Tartus, Suriah, pada 13 September 2026. ANTARA/Hasan Belal - Anadolu Agency

AKURAT KALTIM - Jumlah minyak yang dikapalkan melalui Selat Hormuz kini diklaim telah pulih sepenuhnya bahkan melampaui tingkat sebelum perang pecah dengan Iran. Klaim tersebut datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Jutaan barel minyak telah dialirkan hanya dalam beberapa hari terakhir," kata Trump kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

"Kita dapat melihatnya mengalir pada taraf yang setara atau bahkan melampaui jumlah sebelum perang," tambahnya.

Baca Juga: Blokade Iran, AS Alihkan 130 Kapal

Perang di Iran pecah melalui serangan gabungan AS dan Israel terhadap negara tersebut pada 28 Februari. Teheran membalas dengan langsung melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah titik di Timur Tengah.

Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington berhasil mencapai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan, tetapi pertempuran kembali pecah tak lama kemudian.

Pada saat ini, konflik antara keduanya masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Baca Juga: Tak Terintimidasi AS, Iran Siap Bertempur Maupun Bernegosiasi

Eskalasi konflik yang terjadi itu secara efektif menghentikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur suplai utama untuk komoditas minyak, produk petroleum, dan LNG bagi dunia.

Karena ketegangan di Selat Hormuz mengganggu pasokan energi, harga minyak di berbagai negara mengalami kenaikan drastis.

Sumber: Sputnik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A