DNC Resmi Gugat Trump Atas Dugaan Kampanye Pakai Uang Negara

AKURAT KALTIM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi digugat atas dugaan menggunakan dana anggaran pemerintah untuk iklan politik. Gugatan itu datang dari Komite Nasional Partai Demokrat (DNC).
Informasi itu terungkap dalam dokumen pengadilan yang diperoleh kantor berita Rusia, RIA Novosti.
"Pemerintahan Trump menggunakan uang dari para pembayar pajak untuk menayangkan iklan politik. Tindakan ini merupakan pelanggaran secara terang-terangan terhadap peraturan hukum yang melarang menggunakan alokasi anggaran negara untuk tujuan publisitas atau propaganda. Presiden Trump secara pribadi menginstruksikan kegiatan ilegal ini," demikian bunyi dokumen tersebut.
Baca Juga: Pengganti Selat Hormuz, Trump Dukung Jalur Suriah untuk Angkut Minyak dan Barang
DNC pun mendesak pemerintahan Trump dilarang menggunakan anggaran negara demi kepentingan iklan politik apa pun.
Pada awal Oktober, The Washington Post, dengan mengutip data pengeluaran federal, melaporkan Pemerintah AS diduga menggunakan kas negara untuk memproduksi iklan televisi dengan nuansa kampanye.
Merespons gelombang kritik terkait isu penggunaan dana publik itu, Trump menyatakan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Senin (5/10), bahwa dia berniat membayar biaya iklan tersebut menggunakan uang pribadinya, serta donasi yang dikumpulkan oleh organisasi politiknya, MAGA Inc.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1AS dan Israel Dapat Peringatan Keras dari Iran Soal Serangan hingga Produksi Senjata
- 2Blokade Iran, AS Alihkan 130 Kapal
- 3AS Klaim Suplai Minyak Via Hormuz Lampaui Angka Sebelum Perang
- 4Kabut Asap Bikin Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
- 5Bos Danantara Spill Sejumlah BUMN Segera IPO
- 6DNC Resmi Gugat Trump Atas Dugaan Kampanye Pakai Uang Negara
- 7Presiden Prabowo Sebut IWIP Halmahera Serap 100 Ribu Tenaga Kerja









