Anies Baswedan Komentari Tertundanya Duel Brasil vs Argentina di JIS Akibat Genangan Air

Jumat malam, Jakarta International Stadium (JIS) menjadi saksi dari pertarungan sengit antara Brasil dan Argentina dalam babak perempat final Piala Dunia U17 2023. Namun, hujan yang mengguyur sebelum pertandingan membuat lapangan tergenang air, memaksa pertandingan tertunda selama 30 menit dari jadwal semula.
Calon Presiden Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, memberikan tanggapannya terkait kejadian ini. "Kondisi lapangan yang tergenang air memang menjadi tantangan serius, terutama untuk pertandingan sepak bola di level internasional," ujarnya dalam pernyataan kepada media.
Anies menekankan perlunya perhatian yang lebih serius terhadap infrastruktur olahraga yang dapat mengantisipasi cuaca ekstrem. "Kesiapan stadion dalam menghadapi situasi cuaca harus menjadi prioritas, terutama dalam menggelar acara besar seperti ini," tambahnya.
Pertandingan antara Brasil dan Argentina yang seharusnya dimulai pada pukul 19.00 WIB harus mengalami penundaan karena upaya petugas membersihkan genangan air di lapangan. Ini memberikan gambaran pentingnya perencanaan dan kesiapan fasilitas olahraga yang sesuai dengan standar internasional.
Penundaan pertandingan tersebut, meski hanya selama 30 menit, menggambarkan pentingnya perhatian dan pemeliharaan yang lebih baik terhadap infrastruktur olahraga, khususnya stadion yang menjadi tuan rumah event skala besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Enggak Ada Kapoknya, Trump Siap Perangi Iran Meski Kalah Pemilu
- 2Bukan Perang, Trump Sebut AS Jadi Pihak Pendudukan di Iran
- 3Qatar Rayu Trump untuk Berdamai dengan Iran
- 4Padamkan Karhutla, Helikopter TNI AD Jatuh di Seruyan-Kalteng
- 5Nilai Jual Lebih Tinggi, Zulhas Ingin Ekspor CPO Langsung Tanpa Perantara
- 6IKN dan Kinerja Ekspor Topang Kenaikan Ekonomi Kaltim
- 7Siap-Siap! Rekening Gratis Bakal Meluncur Akhir 2026
- 8Tangani Karhutla Kaltim, Pesawat Pengebom Air Australia Beroperasi









