Atasi Defisit Air Bendungan Jawa, Modifikasi Cuaca Disiapkan

AKURAT KALTIM – Pemerintah ancang-ancang melakukan modifikasi cuaca untuk menjaga ketersediaan air. Itu diakukan menyusul defisit di bendungan Pulau Jawa akibat kemarau berkepanjangan tahun ini.
Berkurangnya volume air di bendungan merupakan dampak langsung dari musim kemarau akibat fenomena El Nino ekstrem yang menyebabkan pasokan air terus menurun di berbagai wilayah.
"Sebenarnya kalau bendungan-bendungan karena kemarau ya terus terang aja kan menyusut, ya kan? Masalah air dan sebagainya. Nah, untuk hal ini, kita berharap supaya bisa turun hujan ya, mungkin nanti kita dengan modifikasi cuaca ya," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti terkonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Redam Karhutla, BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca ke Wilayah Berau
Kementerian PU berupaya melakukan modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan peluang hujan sehingga cadangan air di bendungan dapat tetap terjaga.
Selain penanganan jangka pendek, Kementerian PU juga mulai mengidentifikasi kebutuhan pembangunan bendungan yang belum selesai sebagai bagian dari perencanaan program tahun anggaran 2028.
Diana menyampaikan alokasi pembangunan bendungan pada 2027 pada dasarnya telah tersedia, sementara kebutuhan lanjutan untuk 2028 akan dipersiapkan sejak sekarang agar pelaksanaannya tidak tertunda.
Baca Juga: Waspada Hujan Ringan! Ini Prakiraan Cuaca Kaltim Hari Ini: Samarinda, Balikpapan, IKN dan Sekitarnya
Ia menegaskan identifikasi kebutuhan pembangunan bendungan akan segera dituntaskan sehingga proyek-proyek prioritas dapat mendukung ketahanan sumber daya air di tengah meningkatnya risiko kekeringan akibat kemarau.
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU Adenan Rasyid menambahkan pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menambah pasokan air di wilayah yang membutuhkan.
Selain itu, Kementerian PU menyusun pola operasi waduk sebagai langkah pengelolaan ketersediaan air di setiap bendungan.
Baca Juga: Waspada Musim Peralihan! Dinkes Balikpapan Ingatkan Ancaman Flu hingga DBD Akibat Cuaca Ekstrem
Adenan menjelaskan pola operasi tersebut mencakup pengaturan batas minimal pengelolaan waduk dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
"Seperti Ibu Wamen (PU) sampaikan tadi bahwa kita mengadakan operasi modifikasi cuaca untuk menambah air melalui kementerian, juga kita membuat pola operasi waduk," katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan sebanyak 36 persen bendungan di Pulau Jawa mengalami defisit air akibat kekeringan imbas adanya fenomena El Nino.
Selain itu, sebanyak 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa turut terdampak kondisi tersebut akibat kekeringan yang berpengaruh terhadap ketersediaan air sehingga pemerintah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga pasokan air nasional.
"El Nino, 36 persen bendungan di Jawa defisit. Kemudian 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa terdampak dan beberapa bendungan lainnya di luar Pulau Jawa mengalami kekeringan," kata AHY dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Swasembada Air Nasional di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Inilah Isi Pertemuan Presiden Prabowo-Sekjen PBB
- 2Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Presiden Terima Saran Soal MSCI
- 3RUPS FBS dan PMBS Kangkangi Putusan PK MARI yang Menangkan Pemegang Saham Minoritas
- 4AS Selidiki Serangan terhadap Sekolah Putri di Iran
- 5Atasi Defisit Air Bendungan Jawa, Modifikasi Cuaca Disiapkan




