Redam Karhutla, BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca ke Wilayah Berau

AKURAT KALTIM – Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berlanjut di wilayah Kabupaten Berau yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Itu guna meredam eskalasi titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini tercatat tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Hal serupa telah dilakukan di Ibu Kota Nusantara.
Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (PSIMKG) BMKG Rahmat Triyono di Samarinda, Senin (24/8/2026), menjelaskan bahwa langkah penyemaian awan tersebut dilaksanakan sebagai respons cepat atas tingginya temuan titik panas di Bumi Batiwakkal.
Baca Juga: Tiba di Kalbar, Prabowo Langsung Pimpin Penanganan Karhutlav
"Operasi mulai dilakukan atas permintaan Bupati Berau kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG, karena wilayah ini memiliki titik panas tertinggi di Kalimantan Timur," ujar Rahmat.
Rahmat menjelaskan bahwa modifikasi cuaca tidak serta-merta dapat menciptakan hujan dari kondisi langit yang bersih tanpa awan.
Baca Juga: Lagi, Karhutla 10,65 Hektare di Penajam Ditangani Tim Gabungan
"Operasi udara ini mengoptimalkan potensi awan yang sudah tersedia di atmosfer. Jika kelembapan dan ketinggian awan memenuhi persyaratan teknis, penyemaian akan dilakukan guna mempercepat proses terjadinya hujan dan memperluas area cakupan pembasahan lahan," paparnya.
Langkah taktis membasahi wilayah rawan karhutla ini, menurut pihaknya, menjadi krusial karena Kalimantan Timur tengah memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus.
Baca Juga: Pagar Betis Jadi Strategi Antisipasi Karhutla di Lingkar IKN
Kondisi kekeringan tersebut dipastikan semakin parah akibat hantaman fenomena anomali cuaca El Nino yang terdeteksi sangat kuat, dengan indeks ENSO menyentuh angka 2,9. Indeks ini bahkan melebihi kondisi saat insiden karhutla hebat pada tahun 2015 silam.
Selain difokuskan di Kabupaten Berau, Rahmat memaparkan bahwa OMC juga telah berjalan sejak 22 Agustus di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) guna mengatasi masalah defisit air di Waduk Sepaku Semoi, yang mana operasi tersebut terbukti sukses mendatangkan hujan.
Ia memastikan bahwa cakupan hujan buatan ini tidak menutup kemungkinan akan terus ditambah menyesuaikan dinamika kondisi karhutla di daerah lain.
"Operasi modifikasi cuaca ini berpotensi diperluas ke daerah lain jika kondisinya separah Berau," paparnya menambahkan.
Sebagai langkah antisipasi perluasan karhutla secara komprehensif, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji juga menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan 200 titik api harian, dengan Kabupaten Berau menjadi yang terbanyak.
Berdasarkan pemetaan pemerintah daerah, selain Berau, titik kerawanan yang masuk dalam radar pengawasan dan pemadaman satgas darat saat ini difokuskan di wilayah Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kutai Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1AS dan Israel Dapat Peringatan Keras dari Iran Soal Serangan hingga Produksi Senjata
- 2Pentagon Siapkan Serangan Intensif ke Iran Selama Tiga Hari
- 3Karhutla RI Paksa Malaysia Tutup Sekolah
- 4Presiden Prabowo Sebut IWIP Halmahera Serap 100 Ribu Tenaga Kerja
- 5DNC Resmi Gugat Trump Atas Dugaan Kampanye Pakai Uang Negara
- 6Demi SDM unggul, Kaltim-Kalsel Kerja Sama Pendidikan
- 7Kembangkan Talenta, RI Jalin Kerja Sama Industri Kreatif dengan Hollywood









