Kaltim

Kaltim Pede Investasi Masuk 10 Besar Nasional pada 2026

Ahmad Munjin | 22 Oktober 2026, 21:03 WIB
Kaltim Pede Investasi Masuk 10 Besar Nasional pada 2026
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni menjadi pembicara pada Mahakam Investment Forum yang digelar di Samarinda. ANTARA/Diskominfo Kaltim

AKURAT KALTIM - Pada akhir tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) pede kinerja realisasi investasi daerah mampu kembali menembus jajaran 10 besar nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, di Samarinda, Kamis (22/10/2026), menegaskan bahwa target tersebut diyakini dapat tercapai melalui optimalisasi hilirisasi komoditas unggulan dan pemanfaatan peluang ekonomi dari kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut dia, melalui gelaran Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 diharapkan menjadi pintu masuk utama bagi pengembangan investasi berkelanjutan di daerah.

Baca Juga: Kutim Buka Peluang Investasi Rp30 Triliun dari Gasifikasi Batu Bara

"Kaltim memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis strategis, serta kehadiran IKN yang memperkuat posisi daerah ini sebagai pasar baru sekaligus kawasan potensial bagi investasi masa depan," ujar Sri Wahyuni.

MIF 2026 mengusung tema "Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan Economic Transformation". Forum ini menitikberatkan pada empat pilar utama, yakni investasi, perdagangan, industri, dan pariwisata sebagai sektor penggerak transformasi ekonomi daerah.

Dalam ajang ini, Pemprov Kaltim menawarkan 11 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang telah dikurasi secara ketat.

Baca Juga: Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa adalah Investasi pada Manusia

Saat membuka forum tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memaparkan sejumlah kawasan strategis yang siap dikembangkan oleh para investor global. Di antaranya adalah kawasan Teluk Balikpapan yang didukung kilang minyak berkapasitas 360.000 barel per hari dan akses logistik ke IKN.

Selain itu, ditawarkan pula Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur untuk hilirisasi kelapa sawit, serta kawasan industri gas dan soda ash di Kota Bontang.

Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk memberikan pelayanan birokrasi yang cepat, profesional, dan transparan melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA), serta menyiapkan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal.

"Apabila dibutuhkan perizinan atau birokrasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kaltim, insyaallah kami akan membantu secepat mungkin," ujar Rudy Mas'ud menegaskan.

Berdasarkan data per semester I-2026, posisi realisasi investasi Kaltim sempat tercatat berada di peringkat ke-34 nasional.

Namun demikian, Sekda Kaltim Sri Wahyuni optimistis kinerja investasi akan melonjak signifikan pada semester berikutnya, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya investasi Kaltim secara konsisten berada di jajaran papan atas, seperti capaian Rp87 triliun pada tahun 2025.

Dari sebaran investasi sektoral, minyak dan gas bumi (migas) serta batu bara sejauh ini masih menjadi tulang punggung perekonomian Bumi Etam.

Kaltim mencatatkan kapasitas produksi batu bara mencapai sekitar 360 juta metrik ton pada tahun 2026 serta menyumbang sekitar 30 persen dari total produksi migas nasional. 

Dominasi sektor ekstraktif ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk mendorong diversifikasi ke sektor non-ekstraktif.

Di sektor perkebunan kelapa sawit, Kaltim memiliki luas lahan tidak kurang dari 3 juta hektare dengan kapasitas produksi 4,8 hingga 5,2 juta ton per tahun.

Melalui pelaksanaan MIF 2026, Pemprov Kaltim yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Otorita IKN berharap dapat menjaring minat delegasi dagang dan investor asing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A