Kaltim

Setiawan Wangsaatmaja: Tak Boleh Ada Kertas di Meja Sekda

Ragil Anggriani | 15 September 2023, 05:41 WIB
Setiawan Wangsaatmaja: Tak Boleh Ada Kertas di Meja Sekda

"Di meja saya, tak ada satu pun berkas atau kertas. Saya bekerja hanya menggunakan layar dan laptop," ujar Setiawan Wangsaatmaja, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Hal itu, mungkin terdengar simple. Namun itulah salah satu cara paling efektif dalam membangun budaya digital pemerintahan.

Seorang Sekda, kata dia, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota merupakan Kepala Administratif Pemerintahan. Sekda memiliki peran penting dalam implementasi transformasi digital di daerahnya. Terutama dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elekteronik (SPBE) di jajaran pemerintah daerah.

Baca Juga: Bukti Kepedulian, Insan Perhubungan Gelar Donor Darah Rangkaian HARHUBNAS 2023

Demikian yang disampaikan Setiawan Wangsaatmaja saat sharing session bersama para perwakilan Diskominfo Kabupaten/kota se-Indonesia dalam Seminar Nasional Statistik Sektoral dan Rapat Kerja ASKOMPSI di Balikpapan, Kamis (14/9/2023).

Kapabilitas Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmaja dalam menerapkan transformasi digital pemerintahan memang tak perlu diragukan. Ia adalah pemenang Terbaik I Kategori Sekda Provinsi dalam ajang ASKOMPSI Digital Leadership Government (ADLG) Awards Tahun 2023.

"Membangun budaya kerja digital, harus dimulai dari hal kecil dan sederhana, tapi sustain (berkelanjutan)," tandas Iwan sapaan akrabnya saat membagikan kisah sukses Provinsi Jawa Barat dalam membangun transformasi digital daerah.

Baca Juga: Integrasi Data, Kunci Sukses Pembangunan

Tak boleh ada kertas atau pun berkas di meja Sekda, dapat membantu membangun mindset dan budaya kerja digital. Dengan demikian, kinerja digital dapat lebih optimal karena tak lagi membiasakan diri dengan berkas fisik.

"Ini juga sejalan dengan prinsip reformasi birokrasi. Di kantor Setdaprov Jabar, selain meminimalisasi penggunaan kertas, kita juga menghapus sekat ruang pimpinan. Jadi tidak ada istilah 'menghadap' lagi. Semua jadi satu ruang kolaborasi kerja bersama," terang Iwan.

Keberhasilan Provinsi Jawa Barat dalam membangun sistem digitalisasi pemerintahan memang patut diacungi jempol. Dalam implementasi digital province, Jawa Barat mengadopsi langsung sistem pemerintahan digital dari Estonia. Sebuah negara maju di Eropa Timur dengan penerapan sistem digital terbaik di dunia.

Baca Juga: Penerapan Satu Data Statistik Sektoral untuk Peningkatan Tata Kelola Data Pemerintahan

Saat ini, Jawa Barat dengan konsep West Java Digital Province juga terbukti mampu mengukuhkan diri sebagai provinsi paling digital se-Indonesia. Sistem pemerintahan dan layanan publik sepenuhnya dilakukan berbasis IT.

"Kami memiliki dua platform digital dalam sistem pemerintahan dan layanan publik. Yakni ada Portal Smart Jabar untuk ASN dan eksekutif pemerintahan. Serta aplikasi Sapawarga dan portal Jabarprov.go.id untuk masyarakat umum dan entitas bisnis,"

Pemprov Jabar juga membuka diri dalam fasilitasi dan kerja sama dalam akselerasi SPBE dari berbagai kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan mitra pembangunan.(KK)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.