DKT Klisara Dorong Penggunaan Bahasa Indonesia di IKN Nusantara

Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Klinik Bahasa Negara (Klisara) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi sorotan penting dalam upaya menerapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sah negara di ruang publik.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kaltim, Halimi Hadibrata, menggarisbawahi pentingnya implementasi bahasa resmi negara di IKN dan daerah penyangganya. Diskusi tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pada Selasa (28/11) di Ruang Rapat Lantai 1 Tower Kantor Bersama Site 1B HPK IKN.
"Dalam penerapan bahasa resmi negara, kami berfokus pada kawasan inti Ibu Kota Negara dan daerah penyangga. Hal ini menjadi penting untuk menonjolkan Bahasa Indonesia," ungkap Halimi.
Baca Juga: Transformasi dari Tambang ke Pariwisata dan UMKM Meningkatkan Pertumbuhan
Kendati pembangunan di IKN semakin masif, masih terdapat banyak papan informasi dan tanda-tanda di ruang publik yang lebih menekankan bahasa asing, seperti yang tertera pada pintu dengan kata-kata "in, exit, push, pull," yang seharusnya disajikan dalam Bahasa Indonesia.
"Penggunaan bahasa asing masih diperbolehkan, namun Bahasa Indonesia tetap harus menjadi fokus utama. Bahasa Indonesia dapat ditempatkan di bagian atas dengan bahasa asing di bawahnya, mengingat ruang publik juga melayani tamu asing," jelasnya.
Diskusi ini menegaskan pentingnya sosialisasi yang lebih kuat agar Bahasa Indonesia lebih diutamakan dalam forum-forum resmi. Setelah paparan materi, setiap lembaga menandatangani komitmen bersama untuk memprioritaskan penggunaan bahasa negara di IKN Nusantara.
Baca Juga: Mengabadikan Sejarah Suku dalam Epik Sinematik
Upaya ini mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yang menyampaikan komitmen bersama kepada Otorita IKN untuk mengedepankan Bahasa Indonesia dalam ruang publik IKN.
Dalam perjalanan menuju penggunaan bahasa negara yang lebih luas, Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Klisara di IKN Nusantara menjadi langkah awal yang menandai komitmen bersama untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang lebih mendominasi dalam ruang publik, memperkuat identitas nasional, dan mendorong penggunaan bahasa negara di forum-forum resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dikepung Karhutla, Warga Kalimantan Rindu Udara Segar
- 2Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS
- 3Diduga Salah Gunakan BBM Subsidi, Pertamina Blokir 8.589 Nopol Kendaraan
- 4AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 5PBB Gagal Capai Target Akhiri Kelaparan Global pada 2030
- 6Menkeu Baru Lantik 14 Pejabat Kementerian Keuangan dan KSSK
- 7Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 8Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
- 9Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa









