Kawasan Konservasi Laut di Derawan, Kalimantan Timur, Mendapat Sorotan Lewat Proyek EU - Ocean Governance

Dalam sebuah tonggak bersejarah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah menandai komitmennya yang kokoh dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Langkah ini diwujudkan melalui penggunaan strategi canggih dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS). Tidak hanya berfokus pada pengelolaan, tetapi juga memperkuat kerjasama lintas sektoral yang kolaboratif.
Strategi ini merangkul berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, lembaga penelitian/perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, hingga kelompok masyarakat setempat. Salah satu bentuk kerjasama yang mencolok adalah melalui Project European Union’s – Ocean Governance di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya. Kerjasama ini melibatkan Ditjen PRL, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Yayasan WWF Indonesia, Dinas Perikanan Kabupaten Berau, BPSPL Pontianak, dan beberapa mitra lainnya.
Ocean Governance Project yang didanai oleh European Union’s (EU) Partnership Instrument telah sukses mengemban misinya selama tiga tahun. Fokus utamanya adalah Kawasan Konservasi Laut (KKL) di Asia Tenggara dan Cekungan Atlantik, dengan pendekatan lintas sektoral yang terintegrasi.
Tujuan dari proyek ini adalah memulihkan serta melindungi ekosistem laut dan pesisir, serta membangun jejaring yang kuat di antara pengelola Kawasan Konservasi Laut di dua wilayah tersebut. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pengelolaan kawasan konservasi ini.
Dalam serangkaian kegiatan, Sub Koordinator Konservasi Kelautan dan Perikanan, Yuliana Nidyasari, mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menyatakan, "Dalam mengelola suatu kawasan konservasi perairan, kita harus membangun kolaborasi, saling bersinergi, dan memupuk kecintaan kepada lingkungan demi kesejahteraan masyarakat."
Kegiatan lokakarya hasil proyek dilaksanakan selama tiga hari dengan serangkaian pemaparan materi oleh para ahli terkait. Pada tanggal 6 Desember, peserta dijadwalkan mengunjungi lokasi rehabilitasi terumbu karang di KDPS.
Baca Juga: Balikpapan Sebagai Hub IKN: Tantangan dan Persiapan untuk Meningkatkan Lapangan Kerja
Proyek EU – Ocean Governance di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Derawan berhasil memperkuat pengelolaan sumber daya kelautan di Kalimantan Timur. Melalui kolaborasi lintas sektoral dan dukungan EU, proyek ini telah memberikan dampak positif yang signifikan untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Langkah-langkah berkelanjutan ini diharapkan terus mewujudkan perubahan positif yang berkesinambungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dikepung Karhutla, Warga Kalimantan Rindu Udara Segar
- 2Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS
- 3Diduga Salah Gunakan BBM Subsidi, Pertamina Blokir 8.589 Nopol Kendaraan
- 4AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 5PBB Gagal Capai Target Akhiri Kelaparan Global pada 2030
- 6Menkeu Baru Lantik 14 Pejabat Kementerian Keuangan dan KSSK
- 7Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 8Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa
- 9Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China









