Hutama Karya Raih 5 Kontrak Baru senilai Rp 4 Triliun untuk Proyek IKN

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), perusahaan infrastruktur ternama di Indonesia, sukses meraih lima kontrak baru dengan total nilai mencapai Rp 4 triliun untuk proyek-proyek strategis di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek-proyek ini mencakup pembangunan fasilitas kesehatan, tempat ibadah, fasilitas bandar udara, serta infrastruktur jalan.
Menurut Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, kelima kontrak ini melibatkan segmen gedung dan infrastruktur yang memiliki nilai dan karakteristik penting dalam pengerjaannya. "Proyek baru ini mencakup sejumlah sektor yang akan memberikan kontribusi signifikan pada pembangunan infrastruktur negara," ungkap Tjahjo.
Salah satu proyek besar yang telah dimulai adalah Pembangunan dan Pengembangan Rumah Sakit Ibu Kota Nusantara yang secara resmi dimulai oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Desember. Dengan nilai proyek mencapai Rp 525,6 miliar, rumah sakit ini akan fokus pada pelayanan penyakit jantung dan stroke dengan total luas bangunan mencapai 37.500 m2.
Proyek lainnya termasuk pembangunan Gedung dan Kawasan Masjid Negara senilai Rp 973,1 miliar, yang akan menjadi proyek KSO dengan Adhi Karya. Masjid ini direncanakan mampu menampung hingga 16.000 orang dengan material yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Akhir Tahun, Hutama Karya Raih 5 Proyek Strategis Senilai 4 T
Hutama Karya juga mengamankan kontrak Pembangunan Fasilitas Sisi Darat Bandar Udara VVIP IKN senilai Rp 670,5 miliar, yang meliputi infrastruktur terminal VVIP dan VIP serta menara pengawas, dengan target melayani pesawat terbesar sejenis B-777 atau A380.
Dalam sektor infrastruktur jalan, Hutama Karya akan membangun Underpass Joglo (Jogja-Solo) senilai Rp 284,7 miliar untuk mengurai kemacetan pada palang Joglo yang terdiri dari 7 persimpangan. Kontrak lainnya adalah pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi III (Cileles-Panimbang) Fase 2 Paket 2 senilai Rp 1,6 triliun yang akan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas di kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung.
Tjahjo menegaskan bahwa Hutama Karya berkomitmen pada inovasi dan teknologi, termasuk penerapan sistem digital seperti teknologi Building Information Modelling (BIM) dan Green Construction untuk menyelesaikan proyek secara tepat waktu dan berkualitas.
Dengan portofolio proyek yang semakin berkembang, Hutama Karya terus berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap proyeknya, mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dikepung Karhutla, Warga Kalimantan Rindu Udara Segar
- 2Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS
- 3Diduga Salah Gunakan BBM Subsidi, Pertamina Blokir 8.589 Nopol Kendaraan
- 4AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 5PBB Gagal Capai Target Akhiri Kelaparan Global pada 2030
- 6Menkeu Baru Lantik 14 Pejabat Kementerian Keuangan dan KSSK
- 7Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 8Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
- 9Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa









