Kaltim

Kapal Tanker Minyak Diam-Diam Dikawal Pasukan AS Lintasi Hormuz

Ahmad Munjin | 20 Agustus 2026, 15:45 WIB
Kapal Tanker Minyak Diam-Diam Dikawal Pasukan AS Lintasi Hormuz
Arsip foto - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu

AKURAT KALTIM - Mengutip dua pejabat AS, Axios pada Rabu (20/8/2026) melaporkan, militer Amerika Serikat (AS) secara diam-diam membantu kapal tanker minyak berlayar melintasi Selat Hormuz.

Operasi yang telah berlangsung selama beberapa minggu itu memungkinkan pergerakan rahasia hingga 20 kapal untuk masuk dan keluar dari Teluk Persia, dan menyusuri jalur aman di sepanjang pantai Oman, menurut laporan tersebut.

Baca Juga: Tekan Iran, Trump Siap Deklarasi Hormuz sebagai Wilayah AS

Berdasarkan skema tersebut, sekitar 10 juta barel minyak diangkut setiap hari melalui jalur perairan itu.

Laporan tersebut menambahkan bahwa meski arus energi yang keluar dari selat itu kini hanya sekitar setengah dari volume sebelum perang, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pasokan energi ke pasar dunia.

Baca Juga: RUU Iran Ini Bakal Melarang Kapal AS-Israel Lewat Selat Hormuz

Rencana tersebut diawasi oleh Markas Besar Angkatan Darat AS di Fort Bragg, North Carolina, bersama para mitra AS di kawasan Teluk.

Menurut laporan tersebut, daftar harian kapal yang keluar menuju Laut Arab, serta kapal tanker minyak kosong yang disewa dan memasuki kawasan Teluk dari arah laut, kini disusun secara berkala.

Baca Juga: Pengaturan Baru Selat Hormuz, Iran-Oman Finalisasi Kesepakatan

Laporan itu menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut berlayar setiap malam sesuai jadwal waktu yang telah ditentukan.

Pada malam sebelum 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani sebuah memorandum untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, pada 8 Juli, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, pasukan AS telah melancarkan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran.

Baca Juga: Hentikan Perundingan, AS Pilih Cekik Ekonomi Iran

Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai balasan, pasukan Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga AS mengakhiri campur tangannya di kawasan tersebut. Pengumuman itu disampaikan setelah kembali terjadi gelombang saling serang antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

Sehari kemudian, Trump mengatakan bahwa AS akan menjadi “penjaga” Selat Hormuz. Ia juga kembali memberlakukan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A