AS dan Israel Dapat Peringatan Keras dari Iran Soal Serangan hingga Produksi Senjata

AKURAT KALTIM - Setiap serangan baru akan dibalas dengan respons tegas dan mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi pihak lawan Iran. Peringatan keras itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik, Selasa (6/10/2026).
Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan bahwa Iran juga telah menyiapkan sejumlah target potensial untuk aksi balasan dan meningkatkan kapasitas produksi senjatanya secara signifikan.
Baca Juga: AS Klaim Suplai Minyak Via Hormuz Lampaui Angka Sebelum Perang
Ketika ditanya mengenai respons Iran terhadap kemungkinan serangan di Kuh-e Kolang (Pickaxe Mountain), Talaei-Nik mengatakan target yang dapat diserang angkatan bersenjata Iran sebagai respons atas agresi baru telah disiapkan.
Dia mengatakan senjata dan teknologi canggih, termasuk kemampuan rudal dan drone, sistem pertahanan udara yang ditingkatkan, serta sistem angkatan laut, darat, dan udara lainnya, telah disediakan bagi angkatan bersenjata Iran.
Baca Juga: Blokade Iran, AS Alihkan 130 Kapal
Juru bicara tersebut turut menyampaikan bahwa target potensial yang dapat diserang angkatan bersenjata Iran sebagai respons terhadap serangan lain telah diidentifikasi dan disiapkan.
Dia juga mengatakan Iran telah membekali angkatan bersenjata negara tersebut dengan teknologi rudal dan drone yang lebih canggih, serta sistem pertahanan udara, angkatan laut, dan darat yang telah ditingkatkan.
Baca Juga: Tak Terintimidasi AS, Iran Siap Bertempur Maupun Bernegosiasi
Lebih lanjut, Taleik-Nik menyampaikan kapasitas produksi senjata, peralatan pertahanan, dan amunisi Iran telah meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan tingkat sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari.
“Produksi beberapa jenis senjata meningkat lebih dari tiga kali lipat,” katanya.
Dia mengatakan Kementerian Pertahanan dan jaringan mitranya saat ini memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih dari 1.000 jenis sistem, senjata, peralatan, dan amunisi.
Baca Juga: Kapal Tanker Meledak Lagi di Selat Hormuz
Terkait kerja sama pertahanan Iran dengan Rusia dan China, Talaei-Nik mengatakan kerja sama tersebut tidak berhenti maupun menurun meskipun terdapat perkembangan terbaru.
Dirinya mengatakan kerja sama strategis dengan Moskow dan Beijing tetap berjalan berdasarkan perjanjian yang ada, dengan pertukaran terus berlangsung di bidang politik dan pertahanan.
Baca Juga: Jika Diblokir, Iran Ancam Hentikan Ekspor Minyak Negara Teluk
Juru bicara itu menambahkan bahwa diplomasi pertahanan dan konsultasi dengan kedua negara telah meningkat di sejumlah bidang, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.
Ketegangan terbaru itu menyusul perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Dalam konflik tersebut, serangan menyasar fasilitas militer dan nuklir Iran serta sejumlah pejabat senior militer, sementara Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta target militer AS di kawasan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tak Terintimidasi AS, Iran Siap Bertempur Maupun Bernegosiasi
- 2Blokade Iran, AS Alihkan 130 Kapal
- 3Kapal Tanker Meledak Lagi di Selat Hormuz
- 4AS dan Israel Dapat Peringatan Keras dari Iran Soal Serangan hingga Produksi Senjata
- 5AS Klaim Suplai Minyak Via Hormuz Lampaui Angka Sebelum Perang
- 6Promosikan Wisata Kukar, Kaltim Gandeng Ratusan Pesepeda
- 7Bos Danantara Spill Sejumlah BUMN Segera IPO
- 8Kabut Asap Bikin Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru









