Kaltim

Karhutla RI Paksa Malaysia Tutup Sekolah

Ahmad Munjin | 10 Oktober 2026, 12:23 WIB
Karhutla RI Paksa Malaysia Tutup Sekolah
Kondisi kabut asap di wilayah Chow Kit dan Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (18/9/2026). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

AKURAT KALTIM – Buntut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, Malaysia meliburkan sekolah, Jumat (9/10/2026). Itu lantaran meningkatnya tingkat kabut asap.

Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek mengungkapkan, sejumlah sekolah yang diliburkan adalah di negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor; kemudian di wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya, serta Distrik Rompin di Pahang.

Menurut data Bloomberg, penutupan sekolah itu mengharuskan lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah.

Baca Juga: Pertamina Bagikan Puluhan Ribu Masker dan Vitamin bagi Korban Karhutla

Kabut asap yang menyelimuti Malaysia itu merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan situasi kabut asap yang memburuk sangat mengkhawatirkan, terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Anwar menyatakan pemerintahannya sedang meningkatkan upaya untuk mengatasi hal tersebut, termasuk melalui operasi penyemaian awan.

Baca Juga: Dikepung Karhutla, Warga Kalimantan Rindu Udara Segar

Pada September lalu, Malaysia melakukan operasi penyemaian awan selama tiga hari di negara bagian Sarawak, Malaysia sebelah timur, untuk menambah cadangan air bendungan dan mengurangi kabut asap di kawasan tersebut.

Sarawak, sebuah negara bagian Malaysia yang berada di Pulau Kalimantan, memiliki perbatasan darat dengan Indonesia.

Malaysia juga telah meminta persetujuan Pemerintah Indonesia untuk melakukan operasi penyemaian awan yang melibatkan penggunaan wilayah udara Indonesia.

Baca Juga: Tangani Karhutla Dekat IKN, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal

Hal itu dilakukan sebagai upaya pihak berwenang menangani kabut asap yang terkait dengan kebakaran di kawasan tersebut.

Anwar juga berbicara dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengenai masalah kabut asap tersebut dan sepakat untuk memberikan dukungan.

Pada Juli, hampir 95.000 hektare lahan terbakar di Indonesia, sementara total sekitar 202.000 hektare telah terbakar secara nasional hingga akhir Juli, menurut Kementerian Kehutanan RI.

Baca Juga: Redam Karhutla, BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca ke Wilayah Berau

Indonesia telah mencatat sekitar 175.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut sejak Agustus di berbagai wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, negara tetangga Singapura sedang menjadi tuan rumah balapan Formula 1 pada akhir pekan ini dan pihak penyelenggara menyatakan tidak akan menunda acara tersebut meski terdampak kabut asap.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A