Jumlah Titik Panas di Kalimantan Timur Terus Menurun, BMKG: Dampak Curah Hujan dan Kesadaran Warga

Balikpapan, 10 November 2023* - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan melaporkan bahwa jumlah titik panas di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menurun dalam lima hari terakhir, mengalami penurunan signifikan dari 183 titik pada Minggu menjadi 38 titik pada Kamis.
Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida, penurunan jumlah titik panas tersebut terjadi sepanjang Kamis kemarin, mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA.
Rincian dari penurunan jumlah titik panas selama lima hari terakhir adalah sebagai berikut: dari 183 titik pada Minggu menjadi 148 pada Senin, kemudian turun menjadi 62 titik pada Selasa, kembali turun menjadi 57 titik pada Rabu, dan turun lagi menjadi 38 titik pada Kamis.
Baca Juga: Ketua BEM UI Mengaku Mendapat Ancaman, Tetap Berpegang pada Pemikiran Kritis
Diyan menjelaskan bahwa penurunan jumlah titik panas ini dapat diatribusikan kepada dua faktor. Pertama, adanya curah hujan di beberapa wilayah di Kaltim. Kedua, adanya kesadaran warga untuk tidak melakukan pembakaran, termasuk pembakaran saat mengelola lahan.
Sebanyak 38 titik panas yang merupakan indikator awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau di empat kabupaten, yaitu di Kabupaten Kutai Barat (2 titik), Kutai Timur (30 titik), Kutai Kartanegara (3 titik), dan Kabupaten Berau (3 titik).
Sedangkan 57 titik yang terpantau pada Rabu tersebar di enam kabupaten, termasuk Kabupaten Paser (12 titik), Penajam Paser Utara (1 titik), Kutai Barat (3 titik), Kutai Timur (29 titik), Kutai Kartanegara (7 titik), dan Kabupaten Berau (5 titik).
Diyan menegaskan bahwa informasi terkini mengenai sebaran titik panas telah disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi dan kabupaten masing-masing agar dapat ditindaklanjuti.
Ia juga mengajak warga untuk turut serta dalam mencegah karhutla dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan. Dalam kondisi di mana alam semakin rentan terhadap kebakaran, kesadaran dan tindakan pencegahan warga sangat diperlukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dikepung Karhutla, Warga Kalimantan Rindu Udara Segar
- 2Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS
- 3Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 4Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
- 5AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 6Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa
- 7Menkeu Baru Lantik 14 Pejabat Kementerian Keuangan dan KSSK
- 8Syarat Lanjutkan Proses Diplomatik, Begini Penjelasan Iran kepada AS
- 9Transisi Produksi Dalam Negeri Jadi Alasan KAI Impor Kereta Bekas Jepang
- 10DNA ABK Lima Jurnalis Identik dengan Jenazah di Enggano









