Partai Republik Kalah, Australia Desak AS Redam Konflik dengan Iran

AKURAT KALTIM – Australia mendesak Amerika Serikat (AS) untuk meredakan ketegangan atau deeskalasi dalam perang dengan Iran. Apalagi, Partai Republik kalah dalam pemilihan paruh waktu AS.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut hasil pemilu tersebut sangat signifikan dan mengatakan bahwa hal itu menjadi salah satu topik utama pembahasan para pemimpin dalam Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM), menurut laporan Australian Broadcasting Corporation pada Sabtu (7/11/2026).
Baca Juga: Bukan Perang, Trump Sebut AS Jadi Pihak Pendudukan di Iran
Partai Demokrat berhasil menguasai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dan memenangkan mayoritas jabatan gubernur di negara bagian dalam pemilihan paruh waktu yang berlangsung Selasa.
“Baik terkait inflasi dalam perekonomian global maupun kebutuhan akan pengaturan perdagangan bebas, setiap negara dalam CHOGM ingin melihat perang berakhir dan Selat Hormuz dibuka kembali,” kata Albanese.
Baca Juga: Qatar Rayu Trump untuk Berdamai dengan Iran
Mengaitkan perang dengan Iran dengan krisis biaya hidup di Australia, Albanese mengatakan akan terus menyampaikan desakan kepada Washington agar melakukan deeskalasi atau meredakan ketegangan.
Namun, ia menilai tidak perlu mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Enggak Ada Kapoknya, Trump Siap Perangi Iran Meski Kalah Pemilu
“Saya telah menyampaikan secara terbuka dan langsung (kepada Trump) bahwa sudah saatnya terjadi deeskalasi,” kata Albanese.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Australia dapat mengharapkannya untuk terus mengedepankan diplomasi demi kepentingan nasional negaranya.
Baca Juga: AS Setop Dana Bantuan Militer, Israel Kaget Bukan Kepalang
AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Gencatan senjata tercapai pada April dan nota kesepahaman ditandatangani pada Juni sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan perdamaian. Namun, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil dan konflik hingga kini belum terselesaikan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bukan Perang, Trump Sebut AS Jadi Pihak Pendudukan di Iran
- 2Enggak Ada Kapoknya, Trump Siap Perangi Iran Meski Kalah Pemilu
- 3AS Bikin Sayembara 20 Juta Dolar Soal Informasi Nuklir Iran
- 4Ketua Fraksi PAN MPR: Gibran Sebaiknya Legowo Mengundurkan Diri atau Diberhentikan Lewat Jalur Konstitusi
- 5Qatar Rayu Trump untuk Berdamai dengan Iran
- 6Nilai Jual Lebih Tinggi, Zulhas Ingin Ekspor CPO Langsung Tanpa Perantara
- 7Padamkan Karhutla, Helikopter TNI AD Jatuh di Seruyan-Kalteng
- 8Partai Republik Kalah, Australia Desak AS Redam Konflik dengan Iran
- 9Tangani Karhutla Kaltim, Pesawat Pengebom Air Australia Beroperasi
- 10IKN dan Kinerja Ekspor Topang Kenaikan Ekonomi Kaltim







