Kaltim

Bantu Angkatan Darat AS, Iran Peringatkan Negara Asia Barat

Ahmad Munjin | 20 Agustus 2026, 16:04 WIB
Bantu Angkatan Darat AS, Iran Peringatkan Negara Asia Barat
Arsip foto - Rudal-rudal yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Iran untuk industri pertahanan dipamerkan di Lapangan Azadi Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu

AKURAT KALTIM - Negara-negara di kawasan Asia Barat diperingatkan Iran agar tidak membantu militer Amerika Serikat yang "agresif". Peringatan itu datang dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi pada Rabu (19/8/2026).

Abdollahi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial seraya menekankan bahwa Iran memantau setiap pergerakan di kawasan itu.

Baca Juga: Kapal Tanker Minyak Diam-Diam Dikawal Pasukan AS Lintasi Hormuz

"Kami memperingatkan bahwa memberikan bantuan atau fasilitas apa pun kepada Angkatan Darat AS yang agresif merupakan bentuk keterlibatan dengan pasukan militer AS," kata Abdollahi.

Otoritas Iran telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak memusuhi negara-negara di kawasan tersebut, seraya menyatakan bahwa lokasi mana pun di kawasan Asia Barat yang menjadi sumber serangan terhadap Iran akan menjadi sasaran yang sah bagi angkatan bersenjata negara itu.

Baca Juga: Hentikan Perundingan, AS Pilih Cekik Ekonomi Iran

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan Timur Tengah.

Gencatan senjata tercapai antara pihak-pihak yang bertikai pada 8 April. Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon.

Pewarta: Xinhua

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A