Kaltim

Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS

Ahmad Munjin | 21 September 2026, 11:24 WIB
Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS
Arsip foto - Sebuah jembatan yang menghubungkan wilayah Bandar Abbas dan Roudan—yang tidak dapat lagi digunakan akibat serangan AS—terlihat di Provinsi Hormozgan, Iran. ANTARA/Amir Hossein Khorgooei - Anadolu Agency

AKURAT KALTIM - Jika Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan, Iran akan menyerang semua pangkalan militer dan fasilitas AS di Timur Tengah. Demikian menurut Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran Khatam Al-Anbiya.

"Jika AS membuat kesalahan lagi terhadap Iran, maka semua pangkalan dan kepentingan negara tersebut di kawasan ini akan menjadi sasaran serangan yang terus-menerus dan menyakitkan tanpa batasan atau keraguan sedikit pun," kata badan tersebut dalam pernyataannya pada Minggu (20/9/2026).

Baca Juga: Krisis Hormuz Dinilai WTO sebagai Gangguan Terbesar Perdagangan Global

Sebagaimana disiarkan televisi nasional IRIB, Khatam Al-Anbiya memperingatkan Iran tidak akan menahan diri terhadap negara-negara di Timur Tengah yang memutuskan ikut serta dalam agresi AS.

Mereka juga mengeklaim AS, dengan persetujuan sejumlah negara di Timur Tengah, sepakat menggelar rapat gabungan di sebuah negara Eropa dalam rangka mempersiapkan operasi militer baru terhadap Iran.

Baca Juga: Demi Akhiri Konflik, China Desak AS-Iran Kembali ke Mou Islamabad

Perang antara Iran dan AS bermula pada 28 Februari, dengan serangan gabungan AS dan Israel ke Iran dibalas dengan serangan Iran ke sejumlah titik di kawasan.

Pada pertengahan Juni, setelah berbulan-bulan saling serang, Iran dan AS sepakat meneken memorandum untuk menghentikan permusuhan. Namun, perang kembali berlanjut tak lama kemudian.

Baca Juga: Pendudukan Gaza dan Tepi Barat Bikin Israel Makin Kehilangan Sekutu

Hingga kini, masih belum ada tanda-tanda konflik berakhir, dengan permusuhan dan saling serang terus terjadi secara sporadis.

Dengan kondisi tersebut, AS memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dalam upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan kesulitan ekonomi baru bagi Iran.

Sumber: Sputnik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A