Demi Akhiri Konflik, China Desak AS-Iran Kembali ke Mou Islamabad

AKURAT KALTIM - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap bertemu di Washington pekan depan. China pun pada Rabu (16/9/2026) mendesak AS dan Iran kembali pada Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad untuk mengakhiri konflik.
Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang melakukan kunjungan sehari ke Beijing, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
Baca Juga: Pendudukan Gaza dan Tepi Barat Bikin Israel Makin Kehilangan Sekutu
"Perpanjangan konflik AS-Iran tidak sesuai dengan kepentingan bersama pihak-pihak terkait maupun masyarakat internasional," kata Wang kepada Araghchi.
"China meminta Iran dan Amerika Serikat tetap rasional dan menahan diri, segera kembali pada MoU Islamabad, membangun kembali mekanisme perundingan berdasarkan konsensus yang telah dicapai sejauh ini, serta melakukan konsultasi substantif mengenai isu-isu yang menjadi perhatian masing-masing pihak," kata Wang.
Baca Juga: Houthi Klaim Pihaknya Tidak Ancam Kota Suci Makkah
Pertemuan Rabu tersebut menjadi pembicaraan tatap muka kedua mereka di ibu kota China sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
China merupakan salah satu importir terbesar minyak Iran. Kedua negara mempertahankan "kemitraan strategis komprehensif" yang terutama didorong hubungan ekonomi dan impor energi dengan harga diskon.
Baca Juga: Buka Selat Hormuz, Iran Ajukan Tujuh Syarat Ini ke AS
Volume perdagangan bilateral kedua negara meningkat hingga lebih dari 41 miliar dolar AS (sekitar Rp724,4 triliun) tahun lalu.
Konflik Iran-AS dimulai saat AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Februari dengan menargetkan gedung pemerintah, fasilitas militer, infrastruktur rudal, dan pertahanan udara.
Iran merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta pangkalan AS di berbagai wilayah di kawasan.
Konflik tersebut kemudian meluas ke berbagai wilayah di kawasan, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk mengakhiri permusuhan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Buka Selat Hormuz, Iran Ajukan Tujuh Syarat Ini ke AS
- 2Deal! Gaji PPPK Rp23 Triliun Ditanggung Pemerintah Pusat Mulai 2027
- 3Houthi Klaim Pihaknya Tidak Ancam Kota Suci Makkah
- 4Demi Akhiri Konflik, China Desak AS-Iran Kembali ke Mou Islamabad
- 5Pendudukan Gaza dan Tepi Barat Bikin Israel Makin Kehilangan Sekutu








