Kaltim

Selama Perang 40 Hari, 7.250 Korban Berhasil Selamat dari Runtuhan di Iran

Ahmad Munjin | 3 Oktober 2026, 21:21 WIB
Selama Perang 40 Hari, 7.250 Korban Berhasil Selamat dari Runtuhan di Iran
Seorang pemuda sedang menyingkirkan puing-puing dari reruntuhan bangunan yang hancur di Teheran, Iran, pada 4 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati.

AKURAT KALTIM - Pejabat penyelamatan Iran mengungkapkan buntut perang 40 hari yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, lebih dari 7.250 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari reruntuhan di Iran.

Kepala Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) Pirhossein Kolivand menyampaikan hal itu dalam sebuah upacara di Teheran pada Kamis (1/10) saat menerima kendaraan dan peralatan baru untuk operasi penyelamatan dan bantuan, menurut laporan Kantor Berita Buruh Iran (ILNA).

Baca Juga: Kunjungan Netanyahu ke UEA Dinilai Iran Tak Menguntungkan

Kolivand mengaitkan keberhasilan penyelamatan tersebut dengan penggunaan peralatan modern dalam operasi.

Kolivand juga menyebut perkembangan armada dan peralatan IRCS dalam beberapa tahun terakhir sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

Dia menambahkan bahwa organisasi tersebut memiliki lebih dari 6 juta anggota sukarelawan di seluruh negeri.

Baca Juga: Jika Diblokir, Iran Ancam Hentikan Ekspor Minyak Negara Teluk

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan udara gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran.

Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut. Iran juga memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Gencatan senjata sementara tercapai pada April, meski AS dan Iran masih saling melancarkan serangan beberapa kali setelahnya.

Baca Juga: Syarat Lanjutkan Proses Diplomatik, Begini Penjelasan Iran kepada AS

Berbicara dalam konferensi pers di New York pada akhir September, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa lebih dari 5.000 orang, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak, tewas akibat "agresi" AS dan Israel terhadap Iran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A