BEI Pede Tata Kelola Emiten Ampuh Jaga Kepercayaan 32,4 Juta Investor

AKURAT KALTIM - Penguatan tata kelola perusahaan dan transparansi diyakini sebagai kunci untuk menjaga kepercayaan sebanyak 32,4 juta investor di bursa efek. Ini juga sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Rasa pede itu datang dari Direktur Utama BEI PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. Ia mengatakan bahwa tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi bagian integral dari nilai dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban bagi perusahaan tercatat.
"Di pasar modal, kepercayaan adalah modal utama. Investor menempatkan dananya pada perusahaan dengan mengandalkan informasi yang disampaikan oleh perusahaan kepada publik,” ujar Jeffrey dalam acara 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Emiten DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar Setelah Lonjakan Laba 216,7 Persen
Menurut Jeffrey, kepercayaan investor dapat tumbuh apabila perusahaan dikelola dengan baik, menyampaikan informasi secara transparan dan dapat diandalkan, serta melindungi hak-hak investor publik.
Selain itu, lanjutnya, kualitas tata kelola perusahaan juga tercermin dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, keterbukaan informasi, serta pertanggungjawaban kinerja kepada publik.
Sebagai upaya memperkuat hal tersebut, pihaknya terus berupaya menjaga integritas pasar dan meningkatkan kualitas informasi melalui edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
Ia memastikan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait terus mendorong reformasi untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, serta kredibilitas pasar modal Indonesia.
Ia menjelaskan, berbagai upaya tersebut diantaranya penguatan keterbukaan informasi, transparansi kepemilikan saham, serta peningkatan persyaratan minimum free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan kepada publik.
Selain itu, BEI menekankan pentingnya pelaksanaan uji tuntas (due diligence) yang memadai oleh penjamin emisi sebelum perusahaan menjadi perusahaan tercatat.
Jeffrey menilai langkah tersebut penting untuk memastikan penerapan tata kelola yang baik telah dimulai sejak sebelum perusahaan memasuki pasar modal, bukan hanya setelah pencatatan saham.
Lebih lanjut. BEI juga mengajak direksi dan dewan komisaris perusahaan tercatat untuk menjadikan keterbukaan informasi sebagai sarana membangun kepercayaan investor serta melakukan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini, Jeffrey menyampaikan apresiasi kepada IICD atas komitmennya selama 17 tahun dalam mendorong peningkatan praktik tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia.
Pihaknya berharap penghargaan kepada perusahaan yang menerapkan tata kelola yang baik tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, namun juga motivasi untuk mempertahankan standar tata kelola yang tinggi.
BEI menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, lembaga terkait, perusahaan tercatat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun pasar modal Indonesia yang kuat, kredibel, serta berdaya saing global dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pentagon Siapkan Serangan Intensif ke Iran Selama Tiga Hari
- 2Karhutla RI Paksa Malaysia Tutup Sekolah
- 3Capai Solusi Politik, Iran Siap Bantu Dialog Saudi-Yaman
- 4AS Belum Penuhi Syarat Damai, Iran Terus Tutup Selat Hormuz
- 5Kembangkan Talenta, RI Jalin Kerja Sama Industri Kreatif dengan Hollywood
- 6Demi SDM unggul, Kaltim-Kalsel Kerja Sama Pendidikan
- 7Selain Hormuz dan Danau Ontario, Trump Ingin Ganti Atlantik Jadi ‘Samudra Trump’
- 8Melalui Erau Adat Pelas Benua, Kutai Timur Bidik Pasar Wisata Nasional
- 9BEI Pede Tata Kelola Emiten Ampuh Jaga Kepercayaan 32,4 Juta Investor
- 10KKP Genjot Potensi 500 Juta Benih Lobster Lewat Pengembangan Budi Daya






