Kilang Pertamina Balikpapan mencatatkan milestone produksi yang signifikan selama semester pertama tahun 2023.

AKURAT.CO Kilang tersebut berhasil mengolah total 46,3 juta barel minyak mentah, meningkat 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Dengan kapasitas produksi harian sebesar 260.000 barel , pencapaian ini menunjukkan efisiensi dan efektivitas kilang dalam memenuhi permintaan produk minyak bumi yang terus meningkat. Ely Chandra Peranginangin, juru bicara Kilang Balikpapan, menceritakan bahwa sekitar setengah dari minyak mentah olahan dikonversi menjadi gasoil, termasuk solar, pertadex, dan dexlite. Sisanya dimanfaatkan untuk produksi berbagai produk gasoline seperti pertalite, pertamax, pertamax turbo, dan avtur yang digunakan sebagai bahan bakar penerbangan. Produk-produk tersebut melayani kebutuhan energi di Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah timur
Indonesia lainnya. Menurut Chandra Peranginangin, salah satu indikator kehandalan kilang adalah jumlah minyak mentah yang bisa diolah. Kemampuan untuk memproses kuantitas yang lebih besar menandakan produksi yang efektif dan efisien, dengan tetap berpegang pada standar keselamatan yang tinggi, sehingga meminimalkan terjadinya Loss Time Incident (LTI).
Insiden kehilangan waktu sering mengakibatkan penghentian sementara karena alasan keamanan, yang pada akhirnya menghambat produksi. Selain keberhasilan operasionalnya saat ini, Kilang Balikpapan juga mengalami perluasan dan peningkatan yang signifikan melalui Refinery Development Master Plan (RDMP).
Proyek yang dijadwalkan selesai pada 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi kilang menjadi 360.000 barel per hari. Jika selesai, Kilang Balikpapan akan menjadi kilang terbesar di Indonesia, melampaui kapasitas Kilang Cilacap saat ini yang mencapai 348.000 barel per hari. Pengelolaan kilang Pertamina dicirikan dengan pendekatan terpadu, memastikan bahwa setiap fasilitas saling berkoordinasi dan mendukung satu sama lain untuk menjaga ketahanan energi.
”Karena itu Kilang Balikpapan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan energi di Indonesia,” jelas Peranginangin.
Koordinasi strategis ini memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, memungkinkan negara untuk mencapai swasembada dengan meminimalkan ketergantungan pada sumber eksternal. Pencapaian produksi Kilang Pertamina Balikpapan yang luar biasa selama paruh pertama 2023 menjadi bukti komitmennya terhadap keunggulan, efisiensi operasional, dan keselamatan. Karena kilang terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya, kilang akan memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan dan kemakmuran negara secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 2Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
- 3AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 4Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa
- 5Syarat Lanjutkan Proses Diplomatik, Begini Penjelasan Iran kepada AS
- 6Transisi Produksi Dalam Negeri Jadi Alasan KAI Impor Kereta Bekas Jepang
- 7DNA ABK Lima Jurnalis Identik dengan Jenazah di Enggano
- 8Tanah dan Bangunan Tersangka Korupsi Tambang Ilegal Disita Kejati Kaltim





