Kaltim

Jika AS Sepakat, Iran Bakal Buka Selat Hormuz dalam Sepekan

Ahmad Munjin | 26 September 2026, 18:39 WIB
Jika AS Sepakat, Iran Bakal Buka Selat Hormuz dalam Sepekan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (tengah) mengikuti Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026). ANTARA/AFP/Charly Triballeau

AKURAT KALTIM - Jika Amerika Serikat mau menerima rencana yang disampaikan Iran lewat Qatar, Teheran dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Pernyataan itu datang dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi.

Araghchi mengatakan kepada para wartawan di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Jumat (25/9), bahwa jangka waktu tujuh hari tersebut akan dimulai begitu AS menerima usulan tersebut.

Baca Juga: Syarat Lanjutkan Proses Diplomatik, Begini Penjelasan Iran kepada AS

Dia menjelaskan bahwa AS dapat mengambil langkah dalam empat atau lima hari pertama, yang memungkinkan selat tersebut dibuka kembali pada hari keenam. Pembicaraan antara Iran dan AS mengenai kesepakatan akhir kemudian akan dimulai pada hari ketujuh.

Araghchi mengatakan langkah-langkah yang diharapkan dari AS itu sudah tercantum dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Islamabad pada Juni.

Baca Juga: Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China

"Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya kini sudah siap," katanya.

Araghchi menyatakan Iran berkomitmen terhadap keamanan pelayaran di selat tersebut, tetapi tetap menuding AS menggagalkan pelaksanaan kesepakatan itu melalui tindakan militer susulan.

Baca Juga: Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China

Dia mengatakan Iran tetap terbuka terhadap diplomasi, tetapi menginginkan jaminan yang kredibel agar tidak ada serangan baru dari AS sebelum memulai putaran negosiasi berikutnya.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A