Kaltim

AS Klaim Fasilitasi 20 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz

Ahmad Munjin | 29 September 2026, 00:29 WIB
AS Klaim Fasilitasi 20 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (22/9/2026). ANTARA/Anadolu/Selcuk Acar

AKURAT KALTIM - Amerika Serikat (AS) mengeklaim telah memfasilitasi pengiriman terhadap lebih dari 20 juta barel minyak melalui Selat Hormuz selama akhir pekan.

"Lebih dari 20 juta barel," kata Presiden AS Donald Trump kepada portal berita Axios pada Minggu (27/9/2026).

Trump mencatat jumlah tersebut merupakan volume minyak terbesar yang telah melewati Selat Hormuz dalam satu akhir pekan sejak konflik antara AS dengan Iran dimulai.

Baca Juga: Ini Alasan Iran Tak Berencana Gelar Perundingan Baru dengan AS di New York

Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran hingga memicu serangan balasan.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, meskipun konflik kembali berlanjut tak lama kemudian. Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan.

Kemudian, pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut.

Baca Juga: Iran Bertekad Serang AS Lebih Dahsyat

Trump pun mengatakan AS akan menjadi "penjaga" di Selat Hormuz dan memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran.

Eskalasi tersebut membuat lalu lintas pelayaran melalui jalur air strategis itu hampir terhenti, sehingga berdampak pada pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair, serta mendorong kenaikan harga bahan bakar secara global.

Pada awal September, Trump mengusulkan agar Selat Hormuz diganti namanya menjadi selat dengan menggunakan namanya. Trump kembali mengeklaim AS telah menguasai jalur air tersebut.

Baca Juga: Jika AS Sepakat, Iran Bakal Buka Selat Hormuz dalam Sepekan

Gedung Putih sebelumnya juga telah mengunggah peta di media sosial yang menyebut Selat Hormuz sebagai "Selat Trump".

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A