Kelola Selat Hormuz, Iran Tegaskan Pelayaran Harus Seizin Teheran

AKURAT KALTIM - Militer Iran menegaskan pihaknya mengelola dan mengawasi penuh kawasan perairan Selat Hormuz. Karena itu, seluruh pelayaran kapal yang melintas harus berkoordinasi kepada angkatan bersenjata Iran.
Penutupan Selat Hormuz masih dilaksanakan dan berdampak kepada distribusi minyak serta kenaikan harga BBM di Amerika Serikat, kata Wakil Kepala Bidang Koordinasi Angkatan Bersenjata Iran Laksamana Muda Habibollah Sayyari kepada wartawan pada Kamis (15/10/2026) di sela upacara penghargaan terhadap perawat kesehatan militer.
Baca Juga: Soal Rencana Serang Kota di AS, Iran Bantah Tuduhan Trump
Menurut Sayyari, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berjaga di bagian barat Selat Hormuz, sementara Angkatan Darat Iran beroperasi di bagian timurnya hingga ke wilayah utara ke arah Laut Oman.
Sayyari kembali mengingatkan setiap pelayaran kapal yang hendak melintasi selat tersebut harus berkoordinasi dengan Iran.
Jika koordinasi tidak dilakukan, maka militer dapat mengambil tindakan seperti yang diberitakan, ungkap Sayyari.
Baca Juga: Selain Hormuz dan Danau Ontario, Trump Ingin Ganti Atlantik Jadi ‘Samudra Trump’
Menurut dia, jika jalur pelayaran dibuka bebas, maka distribusi minyak dapat berlangsung normal dan harga BBM di AS maupun negara lainnya tidak akan tinggi.
Oleh karena itu, jelas Sayyari, pihaknya tetap menutup lalu lintas di Selat Hormuz.
Selat Hormuz, berlokasi antara Iran dan Oman, sebagai jalur pelayaran BBM internasional yang vital telah terganggu sejak awal Maret 2026.
Baca Juga: AS Belum Penuhi Syarat Damai, Iran Terus Tutup Selat Hormuz
Hal itu terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Republik Iran telah menerapkan peraturannya terkait navigasi pelayaran di perairan itu sebagai bagian dari pertahanan kedaulatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









