Genjot Produksi Padi, Penajam Terapkan Pertanian Modern PM-AAS

AKURAT KALTIM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur berupaya meningkatkan produksi tanaman padi di wilayahnya. Pemda pun menerapkan pertanian modern advanced agriculture system (PM-AAS).
"Populasi tanaman dapat mencapai dua kali lebih banyak dengan PM-AAS dibandingkan pola konvensional, bahkan dapat mencapai sekitar 1 juta rumpun," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan di Penajam, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Lagi, Karhutla 10,65 Hektare di Penajam Ditangani Tim Gabungan
"Diharapkan dengan metode ini hasil panen petani minimal sekitar lima ton per hektare, dari selama ini hasil panen petani di kisaran 3-4 ton per hektare," tambahnya.
Metode PM-AAS, yang dikembangkan Kementan, merupakan gabungan sistem tanam padi tabur langsung (tabela) dengan jajar legowo.
Baca Juga: Bulog Serap 10.951 Ton Gabah dari Kabupaten Penajam dan Paser
Penerapan PM-AAS pengaturan jarak tanam yang lebih rapat, jelas dia, jarak tanam dalam barisan diatur rapat, sedangkan jarak antarbaris ditetapkan sekitar 20 sentimeter.
Metode PM-AAS membutuhkan benih padi yang lebih banyak dibandingkan sistem tanam tabela dan jajar legowo, sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen, tetapi tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Satu hektare sawah bisa ditangani satu orang, sehingga menghemat ongkos tanam.
Baca Juga: Program Desa Cantik Penajam Perkuat Pembangunan Berbasis Data
Kabupaten Penajam Paser Utara mendapatkan jatah PM-AAS 3.546 hektare dari total PM-AAS se-Kalimantan Timur yang mencapai 7.125 hektare.
Sementara, secara nasional, pelaksanaan PM-AAS mencapai satu juta hektare, yang dilakukan bertahap hingga akhir 2026.
Pola pertanian modern pada lahan yang memungkinkan ditanami padi, kata dia, bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi padi sekaligus mendukung penambahan luas tanam padi secara nasional.
Sebanyak 29 Brigade Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara digerakkan melakukan penerapan PM-AAS dan diharapkan dapat menjadi acuan dalam budi daya padi, untuk selanjutnya diterapkan secara lebih luas, sebut Gunawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Tanah dan Bangunan Tersangka Korupsi Tambang Ilegal Disita Kejati Kaltim
- 2Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
- 3Ada Transaksi Tidak Sah, BI Minta DANA Investigasi Menyeluruh
- 4AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi
- 5Pemkab Kutim Punya Siasat Jitu Penuhi Energi Listrik Desa
- 6Transisi Produksi Dalam Negeri Jadi Alasan KAI Impor Kereta Bekas Jepang
- 7Syarat Lanjutkan Proses Diplomatik, Begini Penjelasan Iran kepada AS
- 8DNA ABK Lima Jurnalis Identik dengan Jenazah di Enggano
- 9Genjot Produksi Padi, Penajam Terapkan Pertanian Modern PM-AAS








