Produksi Padi Kaltim Ditaksir Naik 9,8 Persen pada Januari-September

AKURAT KALTIM - Produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur ditaksir mengalami kenaikan 9,8 persen menjadi 305,87 ribu ton gabah kering panen (GKP) sepanjang Januari-September 2026 ketimbang periode yang sama 2025.
"Produksinya diperkirakan 305,87 ribu ton GKP, mengalami peningkatan 27,30 ribu ton GKP atau 9,80 persen ketimbang Januari-September 2025, yang sebanyak 278,56 ribu ton GKP," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas'ud Rifai di Samarinda, Kaltim, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Genjot Produksi Padi, Penajam Terapkan Pertanian Modern PM-AAS
Sedangkan, potensi produksi padi pada kuartal empat diperkirakan 10,83 ribu ton GKP, sehingga total produksi GKP sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 316,7 ribu ton.
Dalam hitungan gabah kering giling (GKG), katanya, produksi Januari-September 2026 mencapai 265,09 ribu ton, naik 9,8 persen atau 23,66 ribu ton dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Dongkrak Panen, Kaltim Pede Terapkan Skema Tanam Padi Rapat
Potensi produksi kuartal empat diperkirakan 9,38 ribu ton GKG, sehingga total produksi pada 2026 diproyeksikan mencapai 274,47 ribu ton GKG, lebih tinggi 3,6 ribu ton atau 1,33 persen dibanding 2025 yang tercatat 270,87 ribu ton GKG.
Tiga kabupaten dengan produksi tertinggi tahun ini adalah Kutai Kartanegara (64,5 ribu ton), Kabupaten Paser (40,76 ribu ton), dan Kabupaten Penajam Paser Utara (29,98 ribu ton).
Baca Juga: Harga Beras Melonjak di Kaltim, Pemicunya Harga Gabah Tinggi dan Tunggu Panen Raya
Peningkatan terbesar terjadi di Penajam Paser Utara, Paser, dan Berau. Sementara penurunan tercatat di Kutai Timur, Samarinda, dan Kutai Barat.
Jika dikonversi menjadi beras, produksi padi Kaltim pada 2026 diperkirakan mencapai 159,65 ribu ton, naik 2,10 ribu ton atau 1,33 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Peningkatan ini menunjukkan produktivitas tanaman padi di Provinsi Kaltim terus membaik, sehingga berkontribusi nyata dalam ketahanan pangan daerah," ujar Mas'ud.
Ia juga mengatakan realisasi luas panen padi Januari-September 2026 mencapai 63,93 ribu hektare, naik 4,26 ribu hektare atau 7,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 59,67 ribu hektare.
Baca Juga: Kaltim Pacu Luas Tanam Padi Agar Swasembada Berkelanjutan
Ia perkirakan luas panen pada Oktober-Desember 2026 sekitar 2,37 ribu hektare, sehingga total luas panen sepanjang 2026 diproyeksi 66,30 ribu hektare, turun 0,32 persen atau 0,21 ribu hektare ketimbang 2025 yang mencapai 66,52 ribu hektare.
"Puncak panen pada tahun ini terjadi pada Maret dengan luas 18,09 ribu hektare, tidak ada pergeseran waktu dibandingkan tahun lalu," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Jika AS Lancarkan Serangan Lagi, Iran Pastikan Perang Meluas
- 2Cerdas Tanpa Batas Geografis, Militer Iran Siap Bikin Lawan Lumpuh
- 3Unsur Kesengajaan Picu Karhutla 1.600 Hektar di IKN
- 4Tewas di Ukraina, RI Desak Rusia Setop Rekrut WNI Jadi Tentaranya
- 5Emiten Pelanggar Aturan "Free Float" Siap-Siap Kena Sanksi Tegas
- 6Produksi Padi Kaltim Ditaksir Naik 9,8 Persen pada Januari-September








