Gencatan Senjata Iran-AS, Inggris Desak Lebanon Juga

AKURAT KALTIM - Desakan agar gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat diperluas ke Lebanon datang dari Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper pada Kamis (9/4/2026) di tengah serangan Israel yang masih berlangsung.
"Saya sangat prihatin dengan meningkatnya serangan Israel di Lebanon. Kami telah melihat konsekuensi kemanusiaan dan perpindahan massal penduduk. Kami ingin gencatan senjata diperluas ke Lebanon," kata Cooper kepada Sky News sebagaimana dikutip Sputnik.
Ia juga mengumumkan rencana bertemu pimpinan Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk membahas situasi di Selat Hormuz, serta menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi jalur perairan internasional itu.
Pada Selasa malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Iran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.
Pada saat yang sama, pesawat tempur dan artileri Israel menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk kota besar Tyre.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyebut serangan Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran gencatan senjata AS-Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jika AS Lancarkan Serangan Lagi, Iran Pastikan Perang Meluas
- 2Cerdas Tanpa Batas Geografis, Militer Iran Siap Bikin Lawan Lumpuh
- 3Unsur Kesengajaan Picu Karhutla 1.600 Hektar di IKN
- 4Tewas di Ukraina, RI Desak Rusia Setop Rekrut WNI Jadi Tentaranya
- 5Emiten Pelanggar Aturan "Free Float" Siap-Siap Kena Sanksi Tegas
- 6Produksi Padi Kaltim Ditaksir Naik 9,8 Persen pada Januari-September









