Kaltim

Seusai Perang, Iran Sebut Kawasan Timur Tengah Bakal Berubah Total

Ahmad Munjin | 26 Oktober 2026, 00:26 WIB
Seusai Perang, Iran Sebut Kawasan Timur Tengah Bakal Berubah Total
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. ANTARA/AFP/Ahmad Al-Rubaye

AKURAT KALTIM - Dinamika di kawasan Timur Tengah, termasuk pengelolaan Selat Hormuz ditengarai, tidak akan pernah sama lagi. Itu menyusul konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

"Perang saat ini telah mengubah segalanya. Kita harus mengakui bahwa realitas-realitas baru telah muncul," ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip oleh Press TV pada Minggu (25/10/2026).

Baca Juga: Iran-Rusia Siap Bahas Ekonomi hingga Isu Global

"Jalur pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya, begitu pula cara pengelolaan selat tersebut tidak akan sama seperti di masa lalu," ujarnya, menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Araghchi menegaskan pula bahwa Teheran akan menyambut baik "setiap rencana keamanan yang berasal dari kawasan itu sendiri.”

Baca Juga: Siap Verifikasi Nuklir Iran, IAEA Dorong Solusi Diplomatik

Teheran dan Washington masih berselisih mengenai kendali atas jalur perairan strategis tersebut sejak perang antara Iran melawan AS-Israel meletus pada Februari lalu.

Kendati Teheran bersikeras mempertahankan otoritasnya dalam mengatur lalu lintas pelayaran di selat itu, Washington menuntut pemberlakuan kebebasan navigasi tanpa batasan.

Baca Juga: Tak Ada Negosiasi, Trump Sesumbar ‘Sesuatu’ Terjadi Segera pada Iran

Sebelumnya, kedua negara sempat meneken kesepakatan sementara pada Juni guna meredakan konflik.

Namun, perundingan diplomatik saat ini kembali mengalami jalan buntu di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua belah pihak.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A