Obligasi Sumber Global Energy Senilai Rp273,64 Miliar Dinyatakan Lunas

AKURAT KALTIM - Sebagai bagian dari upaya memenuhi kewajiban keuangan, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) melunasi obligasi senilai Rp273,64 miliar dengan menggunakan kas internal. Itu sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap pengelolaan struktur permodalan perseroan.
Sekretaris Perusahaan SGER, Michael Harold mengatakan pelunasan Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk Tahap II Tahun 2025 Seri A tersebut dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Pelunasan obligasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap kemampuan SGER dalam mengelola struktur permodalan dan memenuhi kewajiban finansialnya,” ujar Michael dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, dana hasil penerbitan obligasi tersebut digunakan untuk modal kerja, khususnya pengadaan batu bara dan pembayaran pembelian batu bara kepada pemasok sesuai dengan kegiatan bisnis perseroan.
SGER menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 dalam dua seri. Seri A memiliki nilai Rp273,64 miliar dengan tingkat bunga tetap 10 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari. Sementara itu, Seri B bernilai Rp9,46 miliar dengan tingkat bunga tetap 10,75 persen per tahun dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2027.
Dari sisi kinerja usaha, SGER membukukan pendapatan Rp4,32 triliun hingga semester II 2026, tumbuh 6,73 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp4,05 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut terutama berasal dari segmen batu bara sebesar Rp3,16 triliun, disusul pendapatan dari pasir dan kapur senilai Rp495,16 miliar, pendapatan kokas minyak bumi senilai Rp379 miliar, serta pendapatan nikel senilai Rp284,29 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, perseroan mencatatkan laba bersih Rp137,95 miliar, meningkat 8,83 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain memperkuat bisnis yang sudah berjalan, SGER juga berupaya memperluas sumber pendapatan melalui diversifikasi usaha di luar perdagangan batu bara.
Michael mengatakan, melalui anak usahanya, PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI), perseroan telah membangun pabrik hidrogen peroksida di Merak, Banten. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 20.000 metrik ton per tahun pada konsentrasi 100 persen atau 40.000 metrik ton per tahun pada konsentrasi 50 persen.
Kapasitas tersebut menjadikan pabrik HPI sebagai salah satu fasilitas produksi hidrogen peroksida terbesar di Indonesia, yakni terbesar kedua menurut keterangan perseroan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tak Ada Negosiasi, Trump Sesumbar ‘Sesuatu’ Terjadi Segera pada Iran
- 2AS Selidiki Serangan terhadap Sekolah Putri di Iran
- 3Prabowo Setuju Definisi Korupsi Bukan Kerugian Negara
- 4Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Presiden Terima Saran Soal MSCI
- 5Atasi Defisit Air Bendungan Jawa, Modifikasi Cuaca Disiapkan
- 6Demo Nasional 24 Oktober, Prancis Waspada Maksimum
- 7Siap Verifikasi Nuklir Iran, IAEA Dorong Solusi Diplomatik
- 8Lima Area Konsesi Bernilai Rp5.400 T Dilaporkan ke Prabowo
- 9Kaltim Pede Investasi Masuk 10 Besar Nasional pada 2026
- 10Pelajar di Kaltim Dapat 63.548 Seragam Gratis dari Program ‘Gratispol’




