Delapan program khusus yang sukses atas kinerja Gubernur Kalimantan Timur

Delapan program yang dipersembahkan kepada Gubernur Kaltim ini berhasil dilaksanakan. Hal ini terlihat jelas melalui capaian masing-masing program yang sebagian besar telah selesai di atas 100%.
Program pengabdian Gubernur merupakan program pengabdian khusus yang diprakarsai oleh Gubernur dan Wakil Gubernur pada suatu masa kepemimpinan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappa) Kaltim Yusliando menjelaskan, ada delapan program yang khusus diperuntukkan bagi gubernur, yang pertama adalah Beasiswa Kaltim (BKT).
Baca Juga: Pemprov Kaltim dan DPRD menyetujui rancangan peraturan daerah PAPBD tahun 2023
Tingkat pelaksanaan program bantuan keuangan pendidikan ini mencapai 538,04%. Dari target awal 32.
“Tentunya anggaran ini nanti akan ditambahkan pada APBD Perubahan,” jelas Yusliando saat Rapat Pimpinan (Rapim) dengan Gubernur Kaltim, Senin (18 September 2023).
Program kedua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pendidik dan ulama. Indikator program ini adalah jumlah penerima manfaat dan besaran insentif bagi guru swasta. Capaian kumulatif program pada periode 2019-2023 mencapai 100%. Pemprov Kaltim memberikan insentif bagi tenaga pengajar khususnya guru swasta hingga Rp 1 juta per bulan.
Ketiga, program penyaluran modal komersial senilai Rp 100 miliar. Program ini juga mempunyai prestasi gemilang dengan hasil di atas 100%. Modal usaha sebesar Rp 615 miliar telah dialokasikan untuk 443.000 UMKM. Program berikutnya adalah dukungan 25.000 unit rumah (RLH) bagi keluarga yang berada dalam keadaan sulit. Selama tahun 2019-2023, Pemprov Kaltim membangun RLH dan merenovasi 25.539 rumah tidak layak huni dengan menggunakan dana CSR perusahaan.
Baca Juga: Tips kunjungan wisata di Desa Wisata Pulau Derawan
Program khusus berupa penarikan 250.000 pekerja juga telah selesai 101,11%. Selama periode 2019-2023, sebanyak 252.000 pekerja direkrut di berbagai bidang. Seperti perkebunan, perikanan, pertanian, konstruksi dan industri. Lalu, mengembangkan 1 juta lahan pertanian. Program ini telah mencapai 125,29%. Dengan capaian kumulatif pada periode 2019-2023 sebesar 1,2 juta hektar lahan pertanian terbuka.
Berikutnya adalah program pengembangan jalan produksi sepanjang 500 km. Dari jumlah tersebut, total panjang pembangunan jalan produksi pada tahun 2023 mencapai 534 km. Atau 106% dari target 500 km jalan produksi sudah rampung.
Terakhir, Program meningkatkan sumber keuangan untuk pembangunan dengan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Program ini juga mencapai 123%. Yusliando mengungkapkan rata-rata tingkat kemandirian finansial pada periode 2019-2023 sebesar 55,93% dari target 50%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Seusai Perang, Iran Sebut Kawasan Timur Tengah Bakal Berubah Total
- 2Tak Ada Negosiasi, Trump Sesumbar ‘Sesuatu’ Terjadi Segera pada Iran
- 3Siap Verifikasi Nuklir Iran, IAEA Dorong Solusi Diplomatik
- 4Iran-Rusia Siap Bahas Ekonomi hingga Isu Global
- 5Demo Nasional 24 Oktober, Prancis Waspada Maksimum
- 6Ekspor Reaktor Nuklir ke RI, Jepang, AS, dan Korsel Kompak Berkolaborasi
- 7Lima Area Konsesi Bernilai Rp5.400 T Dilaporkan ke Prabowo
- 8Sasar Mekkah dan Madinah, Saudi Tangkis Rudal Houthi
- 9Dugaan Rekayasa Menghabisi Karier Prof. Dasaad Mulijono Berujung Pidana
- 10Ini Tujuan Gerakan Bersarung Sepekan Sekali bagi ASN dari Kemenag









