Gulingkan Pemerintahan Iran, Militer Israel Wanti-Wanti Netanyahu

AKURAT KALTIM – Soal rencana operasi militer yang berpotensi memicu konflik dengan Iran menjelang pemilu Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Eyal Zamir dikabarkan berselisih.
Menurut laporan Channel 12 pada Minggu (26/10/2026), Zamir meminta pembahasan terperinci serta otorisasi hukum tertulis dari para pemimpin politik sebelum menjalankan instruksi mereka.
Channel 12 tidak mengungkapkan rincian operasi yang dimaksud.
Baca Juga: Seusai Perang, Iran Sebut Kawasan Timur Tengah Bakal Berubah Total
Laporan itu mengutip kekhawatiran militer bahwa kepemimpinan politik dapat memanfaatkan ketegangan dengan Iran untuk kepentingan elektoral menjelang pemungutan suara parlemen pada 27 Oktober.
Seorang pejabat keamanan memperingatkan operasi tersebut dapat dengan cepat berkembang menjadi konfrontasi dengan Iran dan memicu salah perhitungan pada waktu yang sangat sensitif.
Netanyahu membantah adanya perselisihan dengan Zamir dalam wawancara dengan Channel 14 Israel pada Minggu.
"Tidak ada konfrontasi," kata Netanyahu.
Baca Juga: AS Selidiki Serangan terhadap Sekolah Putri di Iran
Menurut Channel 12, pejabat politik Israel juga membantah tuduhan bahwa isu Iran digunakan untuk kepentingan elektoral menjelang pemilu.
Dalam wawancara yang sama, Netanyahu mengatakan dirinya telah memerintahkan badan intelijen Mossad dan militer Israel untuk berupaya menggulingkan pemerintahan Iran.
Namun, Channel 12 tidak memastikan apakah operasi yang dirahasiakan tersebut berkaitan dengan instruksi Netanyahu kepada Mossad dan militer.
Baca Juga: Siap Verifikasi Nuklir Iran, IAEA Dorong Solusi Diplomatik
Netanyahu juga mengeklaim Iran telah melanjutkan kembali program nuklirnya dan menggambarkan pemilu mendatang sebagai persoalan yang menyangkut kelangsungan hidup Israel.
Sebelumnya pada Minggu, Netanyahu mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan yang memperlihatkan ledakan nuklir di atas Tel Aviv, disertai peringatan mengenai kemungkinan Iran memperoleh senjata nuklir.
Pemimpin partai oposisi Gadi Eisenkot dan Yair Golan menuduh Netanyahu menyebarkan ketakutan dan kepanikan menjelang pemungutan suara.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Seusai Perang, Iran Sebut Kawasan Timur Tengah Bakal Berubah Total
- 2Siap Verifikasi Nuklir Iran, IAEA Dorong Solusi Diplomatik
- 3Gulingkan Pemerintahan Iran, Militer Israel Wanti-Wanti Netanyahu
- 4Iran-Rusia Siap Bahas Ekonomi hingga Isu Global
- 5Ekspor Reaktor Nuklir ke RI, Jepang, AS, dan Korsel Kompak Berkolaborasi
- 6Sasar Mekkah dan Madinah, Saudi Tangkis Rudal Houthi
- 7Dugaan Rekayasa Menghabisi Karier Prof. Dasaad Mulijono Berujung Pidana
- 8Ini Tujuan Gerakan Bersarung Sepekan Sekali bagi ASN dari Kemenag
- 9Kemenkum Kaltim Kompak Lindungi Paten Komoditas Lokal
- 10Obligasi Sumber Global Energy Senilai Rp273,64 Miliar Dinyatakan Lunas









