Iran Sesumbar Akan Respons Tegas Jika AS Ajak Perang

AKURAT KALTIM - Iran telah menyampaikan respons tegas dan rasional kepada Amerika Serikat. Teheran juga menegaskan kini AS harus memutuskan apakah akan mencegah pecahnya perang kembali.
Berbicara dalam sidang parlemen, Selasa (3/11/2026), Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang juga memimpin tim negosiasi Iran dalam perundingan dengan AS, mengatakan Iran tetap siap menempuh jalur diplomasi maupun menghadapi konfrontasi militer.
Baca Juga: Usai Pemilu Paruh Waktu, AS Pertimbangkan Serang Iran Lagi
"Iran telah menyampaikan respons yang tegas dan rasional kepada pihak Amerika dan kini bola berada di tangan Amerika untuk mencegah perang," kata Qalibaf.
Dia menegaskan angkatan bersenjata Iran tetap berada dalam tingkat kesiapsiagaan pertahanan tertinggi.
"Jika AS kembali melakukan kesalahan strategis, maka mereka harus tahu bahwa kali ini mereka akan menghadapi medan pertempuran baru dan akan semakin kesulitan mencari jalan keluar," tambahnya.
Baca Juga: Cerdas Tanpa Batas Geografis, Militer Iran Siap Bikin Lawan Lumpuh
Qalibaf juga menuduh AS menjalankan kebijakan jangka panjang untuk mendominasi Iran. Menurut dia, AS sebelumnya mengandalkan pemerintahan yang patuh terhadap kepentingannya, tetapi kini menggunakan perang militer, ekonomi, dan psikologis.
Dia menegaskan Iran tidak akan menyerah pada ancaman militer dan memperingatkan bahwa setiap kesalahan perhitungan AS akan memicu respons yang tidak dapat diprediksi. Respons militer Iran terhadap setiap serangan baru tidak akan dibatasi oleh batas-batas geografis, tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf di tengah berlangsungnya kontak diplomatik tidak langsung antara Iran dan AS, setelah serangan gabungan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Baca Juga: Jika AS Lancarkan Serangan Lagi, Iran Pastikan Perang Meluas
Sementara itu, Senin (2/11), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Iran masih bertukar pesan dengan AS melalui para mediator.
Dia menambahkan proposal diplomatik Iran yang telah direvisi dan terdiri atas tujuh tahap dapat diterapkan sepenuhnya dalam waktu dua hari.
Baqaei mengatakan kemajuan untuk memulihkan keamanan di Selat Hormuz bergantung pada kesediaan AS untuk mengakhiri blokade lautnya, serta memenuhi tuntutan Iran, termasuk pelonggaran sanksi dan pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan.
Iran turut menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap jalur diplomasi, sembari memperingatkan bahwa angkatan bersenjatanya siap merespons setiap tindakan militer baru.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jika AS Lancarkan Serangan Lagi, Iran Pastikan Perang Meluas
- 2Cerdas Tanpa Batas Geografis, Militer Iran Siap Bikin Lawan Lumpuh
- 3Usai Pemilu Paruh Waktu, AS Pertimbangkan Serang Iran Lagi
- 4Unsur Kesengajaan Picu Karhutla 1.600 Hektar di IKN
- 5Tewas di Ukraina, RI Desak Rusia Setop Rekrut WNI Jadi Tentaranya
- 6Iran Sesumbar Akan Respons Tegas Jika AS Ajak Perang
- 7Emiten Pelanggar Aturan "Free Float" Siap-Siap Kena Sanksi Tegas
- 8Produksi Padi Kaltim Ditaksir Naik 9,8 Persen pada Januari-September
- 9Transfer Bank dan Dompet Digital Dipastikan Tak Otomatis Kena PPN









