Inggris Tak Latah Ikut Blokade AS di Selat Hormuz

AKURAT KALTIM - Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan memblokade Selat Hormuz, Inggris menegaskan tidak akan berpartisipasi dalam blokade terhadap jalur pelayaran tersebut, menurut laporan media lokal.
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan, Inggris tetap mendukung kebebasan navigasi dan tetap terbukanya Selat Hormuz, jalur yang penting bagi ekonomi global dan biaya hidup domestik.
Baca Juga: Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Belum Ajukan Klaim Asuransi
"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan," kata pejabat tersebut, seperti dikutip Sky News.
Namun, alih-alih mendukung AS untuk memblokade Selat Hormuz, Inggris justru tengah bekerja secara mendesak dengan Prancis dan mitra lain untuk membangun koalisi guna menjaga kebebasan navigasi.
Trump sebelumnya mengatakan Inggris akan mengirim kapal penyapu ranjau untuk membantu membersihkan selat tersebut.
Baca Juga: Hanya 12 Kapal Lewat Selat Hormuz per Hari dengan Biaya Rp34 Miliar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jika AS Lancarkan Serangan Lagi, Iran Pastikan Perang Meluas
- 2Cerdas Tanpa Batas Geografis, Militer Iran Siap Bikin Lawan Lumpuh
- 3Unsur Kesengajaan Picu Karhutla 1.600 Hektar di IKN
- 4Tewas di Ukraina, RI Desak Rusia Setop Rekrut WNI Jadi Tentaranya
- 5Emiten Pelanggar Aturan "Free Float" Siap-Siap Kena Sanksi Tegas









