Kaltim

Sejak Minggu, Serangan AS Tewaskan 18 Warga Iran dan 142 Terluka

Ahmad Munjin | 3 September 2026, 14:51 WIB
Sejak Minggu, Serangan AS Tewaskan 18 Warga Iran dan 142 Terluka
Puing-puing reruntuhan ruang kelas yang hancur setelah serangan Amerika Serikat-Israel ke Sekolah Shahid Mahallati di Teheran, Iran, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Xinhua/Shadat

AKURAT KALTIM - Dalam serangkaian serangan udara terbaru yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat terhadap Iran, sedikitnya 18 orang tewas dan 142 lainnya terluka. Itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour.

Kermanpour melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, Kamis (3/9/2026), menyampaikan korban tersebut merupakan jumlah dalam periode antara malam 30 Agustus hingga 2 September.

Baca Juga: Sah! Kesepakatan Damai Iran-AS Sesuai Kepentingan Teheran

Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 orang merupakan perempuan dan 44 berusia di bawah 18 tahun. Sementara itu, dua perempuan dan satu anak termasuk di antara korban tewas.

“Di balik setiap angka terdapat seorang manusia dan sebuah keluarga,” kata Kermanpour.

Baca Juga: Krisis Kepercayaan, Irak Usul Iran-Arab Saudi Bentuk Dewan Keamanan Bersama

Perkembangan tersebut terjadi di tengah kembali meningkatnya eskalasi militer setelah serangan AS terhadap Pulau Larak pada Minggu, yang mengakhiri jeda selama sekitar satu bulan dalam permusuhan di kawasan.

Washington mengatakan pasukan Amerika Serikat menargetkan dua peluncur milik Iran setelah mengamati persiapan untuk mengerahkan roket yang membawa ranjau laut.

Baca Juga: Usai Beri Sanksi Ekonomi, AS Masuki Tahap Akhir Konflik dengan Iran

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang fasilitas militer AS di sejumlah negara tetangga, termasuk Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, dan Irak.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer Amerika di Timur Tengah, melancarkan serangan udara terbaru terhadap target-target IRGC di dalam wilayah Iran pada Selasa malam (1/9).

Baca Juga: Iran Ancang-Ancang untuk Perang Berskala Penuh

Pertempuran terbaru ini terjadi setelah runtuhnya nota kesepahaman 18 Juni 2026 yang bertujuan mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Adapun bentrok kembali pecah pada Juli setelah adanya perbedaan pendapat terkait implementasinya.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A