Kaltim

Trump Segera Larang Istilah AI, Ini Penggantinya

Ahmad Munjin | 28 Oktober 2026, 12:56 WIB
Trump Segera Larang Istilah AI, Ini Penggantinya
Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers KTT ke-36 NATO di Ankara, Turkiye (8/7/2026). ANTARA/Anadolu/Doğukan Keskinkılıç

AKURAT KALTIM - Beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya lebih memilih istilah "kecerdasan super" alias super intelligence dibandingkan "kecerdasan artifisial" (AI). Ia pun berjanji akan melarang penggunaan istilah "kecerdasan artifisial" (AI) dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat, kami akan secara resmi melarang istilah 'AI/kecerdasan artifisial' di semua dokumen terkait dan di semua tempat lain, karena istilah itu tidak akurat," kata Trump di platform Truth Social, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Tak Ada Negosiasi, Trump Sesumbar ‘Sesuatu’ Terjadi Segera pada Iran

Namun demikian, Trump tidak membeberkan lebih lanjut bagaimana pelarangan tersebut dilakukan dan apa saja sanksi bagi pelanggarnya.

Di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 22 September lalu, Trump mengumumkan AS akan mulai menggunakan istilah "kecerdasan super" dibanding "kecerdasan artifisial".

Baca Juga: Soal Rencana Serang Kota di AS, Iran Bantah Tuduhan Trump

Trump menilai istilah "kecerdasan artifisial" menciptakan kesan keliru, bahwa teknologi tersebut tak nyata dan rekaan semata.

Dia juga mengatakan pemerintahannya akan melabeli siapa pun yang enggan menggunakan istilah "kecerdasan super" dan tetap memilih "kecerdasan artifisial" sebagai musuh.

Merespons Trump yang bersikukuh menggunakan istilah "kecerdasan super", Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov pernah mengungkapkan kekhawatiran atas langkah tersebut.

Baca Juga: Siap Bahas Konflik dengan AS-Israel, Kesehatan Khamenei Dipastikan Sehat

"Langkah tersebut selaras dengan strategi AS untuk memperkuat dominasi teknologinya atau 'memenangkan perlombaan AI'," ujar Alimov.

Sumber: Sputnik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A