Trump Siap Kalah di Pemilu dan Bekerja Sama dengan Demokrat

AKURAT KALTIM - Di tengah kekalahan Partai Republik dalam sejumlah pemilihan penting, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan siap menerima hasil pemilu sela Kongres dan bekerja sama dengan Partai Demokrat.
"Saya sepenuhnya bersedia menerima hasil tersebut," kata Trump kepada The New York Times melalui wawancara telepon saat memantau penghitungan suara di Gedung Putih, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Usai Pemilu Paruh Waktu, AS Pertimbangkan Serang Iran Lagi
"Kami akan bekerja sama dengan Partai Demokrat dan menantikan kerja sama tersebut. Kami mungkin akan menemukan kesepakatan," tambahnya.
Pernyataan Trump disampaikan ketika Partai Republik mengalami kemunduran di sejumlah persaingan ketat, sementara Partai Demokrat mencatatkan perolehan suara yang dapat mengubah peta kekuatan politik di Washington.
Perubahan komposisi Kongres tersebut berpotensi mempersulit upaya Trump menjalankan agenda legislatifnya hingga akhir masa jabatan.
Trump menyebut kekalahan Partai Republik sebagian disebabkan oleh ketidakhadirannya dalam surat suara. Menurut dia, hasil pemilu mungkin akan berbeda jika dirinya ikut mencalonkan diri.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cerdas Tanpa Batas Geografis, Militer Iran Siap Bikin Lawan Lumpuh
- 2Usai Pemilu Paruh Waktu, AS Pertimbangkan Serang Iran Lagi
- 3Tel Aviv Kaget Trump Setop Dana Bantuan Militer AS untuk Israel
- 4Iran Sesumbar Akan Respons Tegas Jika AS Ajak Perang
- 5Dorong Hilirisasi Kelapa, Yayasan JHL Merah Putih Kasih Siap Bangun Pabrik Kelapa di NTB
- 6Tewas di Ukraina, RI Desak Rusia Setop Rekrut WNI Jadi Tentaranya
- 7Padamkan Karhutla, Helikopter TNI AD Jatuh di Seruyan-Kalteng
- 8Trump Siap Kalah di Pemilu dan Bekerja Sama dengan Demokrat
- 9Nilai Jual Lebih Tinggi, Zulhas Ingin Ekspor CPO Langsung Tanpa Perantara
- 10Produksi Padi Kaltim Ditaksir Naik 9,8 Persen pada Januari-September









