Kemungkinan Serangan ke Iran, AS Minta Negara Teluk Bersiap

AKURAT KALTIM - The Wall Street Journal melaporkan Selasa (27/10/2026), Amerika Serikat meminta sejumlah negara Arab Teluk bersiap menghadapi kemungkinan kampanye militer singkat dan intensif terhadap Iran. Itu terutama setelah pemilu sela AS pada 3 November.
Menurut laporan yang mengutip sejumlah orang yang mengetahui pembicaraan tersebut, pesan itu disampaikan melalui jalur diplomatik dan militer.
Baca Juga: AS Beli Rudal Hipersonik Rp12,5 T dari Lockheed Martin
Laporan tersebut menyebut langkah itu menjadi tanda bahwa AS dan Israel mempersiapkan operasi tempur baru untuk melemahkan Iran dan mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa militer AS memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas ke kawasan itu dan memindahkan pasukan dari pangkalan yang dianggap rentan.
Baca Juga: Siap Bahas Konflik dengan AS-Israel, Kesehatan Khamenei Dipastikan Sehat
Pasukan AS juga mengisi kembali amunisi serta menyiapkan pesawat pengebom dan jet tempur.
Satu kelompok tempur kapal induk tambahan dan satu unit ekspedisi Marinir diperkirakan bergabung dengan sekitar 20 kapal perang AS yang sudah berada di Timur Tengah bulan depan.
Presiden AS Donald Trump belum membuat keputusan final, tetapi menurut orang-orang yang mengetahui pemikirannya, ia cenderung mempertimbangkan serangan besar setelah pemilu yang dapat menyasar infrastruktur dan fasilitas nuklir Iran.
Baca Juga: Gulingkan Pemerintahan Iran, Militer Israel Wanti-Wanti Netanyahu
Gedung Putih menolak mengomentari "rencana militer sensitif yang mungkin ada atau mungkin tidak ada".
"Presiden Trump mempertahankan semua opsi untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir," kata Gedung Putih.
Dalam kampanye di Lubbock, Texas, Selasa, Trump mengatakan, "Anda akan melihat Iran dalam beberapa minggu, jika Anda tidak keberatan."
Baca Juga: Seusai Perang, Iran Sebut Kawasan Timur Tengah Bakal Berubah Total
"Kami telah menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran melalui Operasi Midnight Hammer dan Operasi Epic Fury serta mengalahkan mereka secara militer, finansial, dan lainnya. Semuanya akan segera berakhir," katanya.
"Ini bisa berakhir kapan pun saya menginginkannya," tambah Trump.
Trump sebelumnya mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela. Namun, pada 23 Oktober, ia kembali mengatakan AS mungkin melakukan operasi militer lain terhadap Iran.
Baca Juga: Siap Verifikasi Nuklir Iran, IAEA Dorong Solusi Diplomatik
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, yang mendorong Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi dunia.
Pada Juni, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah menuju perjanjian damai final. Namun, kesepakatan tersebut kemudian gagal di tengah perselisihan, termasuk mengenai navigasi di Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Gulingkan Pemerintahan Iran, Militer Israel Wanti-Wanti Netanyahu
- 2Seusai Perang, Iran Sebut Kawasan Timur Tengah Bakal Berubah Total
- 3Ekspor Reaktor Nuklir ke RI, Jepang, AS, dan Korsel Kompak Berkolaborasi
- 4Dugaan Rekayasa Menghabisi Karier Prof. Dasaad Mulijono Berujung Pidana
- 5Siap Bahas Konflik dengan AS-Israel, Kesehatan Khamenei Dipastikan Sehat
- 6UMKM Kaltim Dapat Guyuran KUR Rp3,39 Triliun dari APBN
- 7Trump Segera Larang Istilah AI, Ini Penggantinya
- 8Kemungkinan Serangan ke Iran, AS Minta Negara Teluk Bersiap
- 9AS Beli Rudal Hipersonik Rp12,5 T dari Lockheed Martin
- 10UMKM Asahan Ekspor 40 Ton Terasi ke Thailand









